PELAIHARI, banuapost.co.id–
Penyakit TBC (tuberculosis) di rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan
(lapas) di Indonesia menempati peringkat 2 di dunia.
“Ini karena akibat tingkat kelembaban tinggi dan
kepadatan penghuninya,” jelas Karutan Klas IIB Pelaihari, Budi Suharto.
Budi mengungkapkan itu dalam kegiatan skrining TB bagi 47
warga binaannya, Selasa (19/3), diperingatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2019, 24
Maret, sekaligus menindaklanjuti surat Dirjen Pencegahan dan Pengedalian
Penyakit Kemenkes.
Giat ini juga kerjasama Rutan Pelaihari dengan Dinas
kesehatan Kabupaten Tala dan Puskemas Angsau.
Sehingga, lanjut Budi, TB menjadi masalah sangat pelik
yang harus dihadapi bersama. Karena sifat penularan TB sangat simple, yakni
cukup dengan berpaparan dengan penderita.
“Untuk itu pencegahannya, harus dilakukan upaya preventif
agar penderita TB tidak menyebar di dalam rutan,” tegasnya.
Diakui Budi, pihaknya sering mengadakan kegiatan skrining
TB, , karena sadar rutan adalah tempat yang sangat rentan tersebarnya virus tuberculosis.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang
bahayanya TB kepada warga binaan, sekaligus untuk memeriksa kesehatannya untuk mengetahui
penyakit ataupun kelainan yang mungkin diidap. (zkl/foto: ist)
