BANJARBARU, banuapost.co.id–
Di tengah kesibukan berkampanye
menjelang Pemilu 2019, Presiden Jokowi sebagai salah satu kontestan dalam
pilpres, 17 April mendatang, masih memberi perhatian khusus dengan mega proyek
pengembangan perluasan Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru.
Meski tidak mencek langsung, presiden memerintahkan staf
ahli utamanya, Febry Calvin Tetelepta, meninjau proyek yang bakal menjadi
bandara internasional ke-2 di Pulau Kalimantan, setelah Bandara Sultan Aji
Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, Kaltim.
Menurut Tenaga Ahli Utama Kedeputian Bidang Pengendalian,
Pembangunan, Monitoring dan Evaluasi Program Prioritas Kantor Staf Kepresidenan
(KSP) itu, pihaknya mempunyai kewajiban untuk memantau, sekaligus mengendalikan
program prioritas pimpinan negara.
“Bandara Syamsudin Noor merupakan PSN (Program Strategis
Nasional). Selain menjadi pintu masuk bagi Kalsel, statusnya juga akan menjadi
bandara internasional. Untuk itu kita harus memastikan langsung sesuai
instruksi presiden,” jelasnya.
Dalam peninjauan, Febry didampingi Pimpinan Produksi
Proyek Pengembangan Bandara, Dadang Dian Hendiana dan General Manager PT
Angkasa Pura I Syamsudin Noor, Endah Preastuty.
Terhitung 24 Maret lalu, proyek pengembangan bandara telah
mencapai 58,98 persen.
Dijelaskan Dadang Dian, untuk progres paket I, yaitu
gedung terminal, pekerjaannya sudah 47,56 persen.
Sementara untuk progres paket II, meliputi pengembangan
fasilitas penunjang, seperti gedung kargo, gedung administrasi dan klinik,
gedung PKP-PK, masjid/mushala, security office, gedung ACS, dan workshop, pekerjaannya telah mencapai 75,75 persen.
Dadang Dian mengaku yakin target tuntas bandara yang baru
dapat terselesaikan Oktober mendatang.
“Dengan timeline ini, kita yakin bandara dapat selesai
sesuai yang ditargetkan, Oktober mendatang, dan dapat beroperasi pada November,”
tandasnya.
Di sisi lain dari hasil peninjauan, Febry mencatat ada
beberapa poin penting. Salah satunya soal komunikasi dan menyamakan visi antar
stakeholder maupun instansi yang terkait dengan Satker Proyek Pengembangan
Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin (PPBDJ).
“Melihat progres saat ini, saya melihat semangat dan
kerja keras semuanya, baik itu satker, stakeholder lain seperti PLN, PDAM dan
Telkom serta pemda di sini. Saya pikir target operasional Oktober atau November
memang bisa tercapai,” pungkasnya. (yb/bie/foto:
ist)
