BANJARBARU, banuapost.co.id–
Mendukung gerakan literasi nasional, Balai Bahasa Kalsel menyelenggarakan serangkaian
kegiatan literasi di daerah. Sedikitnya 16 instruktur disiapkan turun ke-11
kaupaten/kota di Kalsel. Mereka terdiri dari kalangan pendidik, pegiat dan penyuluh
bahasa.
Menurut Kepala Balai Bahasa Kalsel, Imam Budi Utomo, instruktur
merupakan orang pilihan yang telah mengikuti serangkaian mekanisme rekrutmen dan
pelatihan.
Dari 16 orang yang diutus, 3 di antaranya merupakan intruktur
nasional. Intruktur ini nantinya akan terjun membekali para pendidik dan pegiat
literasi di daerah.
“Intruktur ini kami seleksi, lalu kami beri pembekalan
yang mempuni di tingkat nasional dan regional Kalimantan,” ujarnya, usai memimpin
rapat koordinasi pemantapan pelaksanaan program di aula Balai Bahasa, akhir
pekan tadi.
Dalam waktu dekat, lanjut Imam, balai bahasa bekerjasama dengan
dinas pendidikan di daerah, akan menggelar kegiatan bimbingan teknis literasi
di 11 kabupaten/kota.
Bimbingan teknis ini memberikan pembekalan bagi guru dan pegiat
literasi di daerah.Tujuannya, untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan
bagi guru serta pegiat literasi di daerah akan pentingnya gerakan literasi.
Diharapkan, jelas Imam, kegiatan ini akan bermuara pada peningkatan
keaktifan gerakan literasi di lembaga pendidikan dan di komunitas pegiat sastra.
“Kegiatan ini nantinya diharapkan mampu meningkatkan gerakan
literasi, terutama di bidang baca tulis. Sehingga ke depan, diproyeksikan budaya
literasi pada generasi milenial yang berhadapan dengan revolusi industri 4.0,” pungkasnya.
Dalam bimbingan teknis bagi guru, akan dilatih menghidupkan
kegiatan literasi di sekolah, di antaranya akan diajarkan bagaimana mengelola strategi
pembelajaran yang terintegrasi dengan kegiatan literasi. Pegiatnya akan dibimbing
membuat rencana aksi dalam kegiatan litarasi di tiap komunitas.
Sementara salah satu instuktur literasi, Muhammad Yusuf,
mengaku kesiapannya untuk berbagi pengalaman di kabupaten.
Intruktur asal Kabupaten Tanah Bumbu ini, menyambut antusias
serangkaian bimbingan teknis yang bakal diselenggarakan di daerah, karena sangat
baik untuk menggelorakan gerakan literasi di akar rumput.
“Apalagi saat ini kita dihadapkan dengan era digital yang
arusnya luar biasa.Jika generasi kita tidak diarahkan denganbijak, maka dikhawatirkan
akan berdampak buruk,” ujarnya. (zak/foto:
ist)
