MARABAHAN, banuapost.co.id–
Kalsel merupakan salah satu daerah masa depan pertanian nasional. Ini
mengingat potensi untuk penciptaan lahan
baru pertanian, terutama di lahan rawa, cukup besar.
Hal itu dikemukakan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman,
ketika meninjau lokasi pertanian di
wilayah Kabupaten Barito Kuala (Batola), Sabtu (25/5). Amran mengunjungi dua
lokasi yang merupakan kawasan tani di kabupaten itu yang mulai melaksanakan program
SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani).
Menurut menteri, secara nasional, lahan rawa yang dibuka
untuk seluruh Indonesia mencapai 500 ribu hektare. Sementara sebelumnya hanya
41 ribu hektare. Terjadi peningkatan yang signifikan untuk jumlah luasan
tersebut.
Amran menyebutkan ada mekanisme yang sudah diterapkan
untuk para petani. Dimana hal itu lebih efisien. Pasalnya untuk pengolahan
tanah yang biasanya memerlukan waktu 20 hari, melalui mekanisme cukup tiga jam.
Hal serupa juga diterapkan untuk panen yang menggunakan
mesin. Sehingga selain mempersingkat waktu, juga mengurangi biaya sampai 50
persen.
Menteri Amran juga
meninjau tempat pembuatan tanggul dengan bridge alat eksavator. Desa Tumih,
Batola, menjadi lokasi peninjauan pembuatan tanggul. Kemudian kunjungan
berlanjut ke Desa Barambai dan Desa Kolam Kiri Dalam 1, Batola.
Pada peninjauan kali ini, rombongan kementan didampingi Danrem
101/Antasari, Kolonel Inf M Syech Ismed, para Dandim se Kalsel, Wakil Bupati
Barito Kuala, Rahmadian Noor dan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalsel,
Ir Samsir Rahman.
Sementara gubernur diwakili Kadis Tananaman Pangan dan
Holtikultura..Ir Samsir Rahman, mengapresiasi perhatian pemerintah dalam
mendorong peningkatan pembangunan pertanian di Kalsel.
“Ini dibuktikan dengan terpilihnya Kalsel sebagai daerah.yang
diberikan bantuan program SERASI,” katanya. (bdm/wid/foto: hum)
