Idul Fitri bagi umat Islam
hukumnya sunah untuk dirayakan. Namun tentunya dengan
ungkapan syukur atas kemenangan melawan nafsu duniawi selama mengarungi Bulan Ramadhan.
Islam tidak
menghendaki perayaan simbolik dan bermewah-mewah. Apalagi
sambil memaksakan diri. Islam menganjurkan perayaan dengan kontemplasi dan
tafakur tentang perbuatan selama
ini.
Karena itu, merayakan
Idul Fitri pun
tidak harus dengan baju baru. Tapi
jadikanlah sebagai ajang tasyakur, refleksi diri untuk kembali mendekatkan diri
pada Alah SWT.
Disadari atau tidak, perayaan
Idul Fitri sebenarnya merupakan momen untuk mengasah kepekaan sosial. Disaat berbahagia merayakan kemenangan, saudara-saudara di tempat-tempat lain masih
banyak yang bergumul dengan kesulitan
ekonomi dan kemiskinan. Bahkan mungkin, sedang menangis karena menahan lapar.
Secara ritual keagamaan, sebagian besar kita
telah mengambil bagian dalam penderitaan mereka dengan berpuasa selama Bulan Ramadhan. Kita
mengoptimalkan kemampuan rohani untuk mengasah kepekaan sosial terhadap
penderitaan orang-orang yang tak mampu secara ekonomi.
Pertanyaannya, apakah puasa yang sudah dijalankan berkenan di hadapan
Allah SWT? Ataukah hanya
ritual-simbolik, sebatas menahan lapar dan haus, seperti yang pernah disinyalir
Nabi Muhammad
SAW? Jawabnya; tidak
ada satu pun umat yang tahu.
Tapi menurut para ulama, ada beberapa
indikasi seseorang dianggap berhasil dalam menjalankan ibadah puasa. Di antaranya ketika kualitas
kesalehan individu dan sosialnya meningkat. Ketika jiwanya makin
dipenuhi hawa keimanan. Ketika hatinya sanggup berempati dan peka atas
penderitaan dan musibah saudaranya yang
lain. Artinya,
penghayatan mendalam atas Ramadhan akan membawa efek fantastik, individu,
maupun sosial.
Jika keberhasilan itu yang dicapai, maka Idul Fitri benar-benar
menjadi hari kemenangan sejati, dimana Allah SWT akan memberikan penghargaan teramat istimewa
yang selalu dinanti-nanti siapapun, termasuk para nabi dan orang-orang shaleh,
yaitu ridha dan magfirahNya sebagai ganjaran atas amal baik yang telah
dilakukan.
Karena Allah
SWT juga pernah berjanji; tak satupun kaum muslimin
yang berdoa pada hari raya Idul Fitri, kecuali akan dikabulkan. Karena itu bersyukurlah! Selamat
Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440
H, mohon
maaf lahir dan bathin. (yebe/aktivis media)
