BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Mengisi Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXVI 2019, dimanfaatkan Tim
Penggerak PKK Prov Kalsel dengan menggelar berbagai kegiatan.
Seperti di sebuah hotel di kawasan Jl A Yani, Rabu (3/7),
TP PKK Prov Kalsel bekerjasama instansi terkait, menggelar Worshop Pencegahaan
Perkawinan Usia Dini dan Seminar Pencegahan Stunting Melalui 1.000 Hari Pertama
Kelahiran (HPK).
Menurut Ketua TP PKK Prov Kalsel, Hj Raudatul Jannah
Sahbirin, yang membuka kegiatan ini, berdasarkan data World Health Organization
(WHO), stunting diperkirakan berpengaruh terhadap 21,9 persen, dari 149 juta
balita di dunia.
“Lebih dari 50 persen balita di Asia, menderita stunting.
Indonesia merupakan salah satu negara, dengan
prevalensi balita stunting yang masih cukup tinggi,” ujar Acil Odah, panggilan
akrab pendamping hidup Gubernur Kalsel itu.
Berdasarkan data riset dasar kesehatan 2018, sambung Acil
Odah, balita stunting di indonesia berada pada angka 30,8 persen. Di Prov
Kalsel angka stunting juga cukup tinggi, yaitu di angka 33,2 persen.
“Ini berarti terdapat permasalahan gizi yang perlu kita
selesaikan bersama,” imbuhnya.
Raudatul Jannah juga mengungkapkan pentingnya untuk
melakukan langkah-langkah yang tepat, untuk mencegah dan mengurangi angka
stunting, khususnya di Kalsel.
Seperti terus mengkampanyekan pemenuhan gizi yang sehat
dan seimbang, serta memberikan edukasi kepada masyarakat terkait stunting.
Pengetahuan dan pemahaman masyarkat tentang gizi harus ditingkatkan.
Masyarakat harus memahami penyebab kekurangan gizi, termasuk pengetahuan tentang
jenis dan cara mengolah makanan yang bergizi.
“Untuk itu, kita perlu menangani permasalahan ini dengan
segera, kita tidak ingin kehilangan generasi yang berkualitas akibat kelalaian
kita dalam menangani permasalahan ini,” ujarnya.
Usai membuka acara, Ketua TP PKK Kalsel beserta rombongan
menghadiri kegiatan Baksos Kesehatan dan KB, yaitu terdiri dari pelayanan KB,
pelayanan IVA Test, sunatan massal, dan pelayanan PTM di Gedung Bina Satria
Bnajarbaru.
Dalam kegiatan ini, sedikitnya 1.000 orang mengikuti IVA
Test, 150 orang mengikuti pelyanan KB, dan 100 orang mengikuti sunatan massal.
(rny/foto: hum)
