MANDIANGIN, banuapost.co.id– Bagi penggila alam Banua, Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam Mandiangi menjadi tempat favorit untuk mengisi libur, sekaligus berkemah.
Selain panorama alamnya yang indah, tahura ini juga jadi tempat
untuk menambah ilmu. Tahura ini merupakan salah satu kawasan yang dijadikan
sebagai hutan pendidikan Unlam, sebagaimana SK Gubernur No. DA.144/PHT/1980
tanggal 31 Desember 1980.
Kini selain sebagai hutan pendidikan, kawasan yang berada
di wilayah Kabupaten Banjar ini, juga menjadi salah satu eko wisata Kalsel 2019.
Seperti yang dirasakan remaja-remaja asal Rantau,
Kabupaten Tapin ini. Mereka memilih berwisata ke Tahura Mandiangin, meski baru
kali pertamanya berkunjung.
Sebut saja Sulastri (17), siswa SMA Negeri 1 Rantau kelas
11 ini, sengaja mengambil waktu libur untuk mendaki karena merasa banyak hal positif
yang didapat. Salah satunya menghilangkan sifat ego dalam diri.
“Mendaki itu menyenangkan, meski melelahkan.
Semuanya terasa terbayar setelah bisa mencapai puncak,” ujarnya.
Hal yang sama juga dirasakan Riski Diansyah (23), seorang
mahasiswa semester 8 yang berasal asli dari Kota Barabai. Dia mengaku sudah sering
menjajaki Mandiangin bahkan tidak pernah bosan untuk terus mengekplore
keindahan panorama alamnya.
Tahura Mandiangin seperti sudah menjadi darah daging
dihidupnya. Karena sejak sekolah menengah Riski mengaku sudah suka mendaki
gunung.
“Saya sudah menjajaki Tahura Mandiangin mulai 2015
hingga sekarang. Saat ini banyak perubahan yang diberikan pihak Tahura Sultan Adam, termasuk adanya taman di puncaknya,”
jelasnya.
Lebih menariknya lagi, lanjut Riski, di tempat wisata itu
ada kolam pemandian putri kembar.
“Jadi seminggu saja tidak ke Mandiangin, rasa kehilangan
itu terasa. Karena sudah menjadi suatu kebiasaan serta hobi sejak sekolah
menengah,” ujarnya.
Salah satu tempat yang paling hits saat ini adalah Taman Hijau
Puncak Tengger. Kawasan ini menjadi destinasi utama berkumpulnya anak muda hingga
anak-anak sebagai spot berfoto-foto hingga membuat vlog.
Sementara menurut Kepala Tahura Mandiangin, Rahmad Riansyah,
Jumat (5/7), Tahura Sultan Adam sudah banyak dilakukan perubahan, termasuk
mempercantik dan memperindahnya agar lebih menarik.
Seperti adanya Taman Hijau yang ada di Puncak Tengger,
kolam pemandian dewasa dan anak-anak, lapangan tenis, villa, kebun binatang,
hingga yang terbaru adanya bangunan tugu yang menjadikan Tahura sebagai eko Wisata.
“Tahura sendiri bukan hanya menjadi tempat hutan
pendidikan. Tetapi sebagai tempat dimana menjadi wisata keluarga, dan kita juga
akan berusaha untuk terus membangun infrastruktur yang baru agar menunjang
ketertarikan orang untuk terus berkunjung,” jelasnya.
Seperti diketahui, Tahura Mandiangin terbentang luas sekitar 112.000 hektare,
meliputi Kecamatan Aranio, Karang Intan, Pelaihari, Batu Ampar, Jorong dan
Kintap.
Sedang letak astronomisnya, Bujur: 114º 54’ – 115º 10’
BTLintang: 3º 20’ – 3º 45’ LS. Tahura Sultan Andam Mandiangin tentunya menjadi
daya tarik masyarakat luas untuk terus mengeksplorenya. (ris/foto: risman)
