BANJARBARU, banuapost.co.id–
Hot spot atau titik api di Kalsel berpotensi meningkat. Sejak Minggu (4/8), terpantau
81 titik api.
Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD
Kalsel, Sahruddin, pada rapat bersama tim satgas di aula BPBD Kalsel di
Banjarbaru, tim satgas darat sempat kewalahan dengan banyaknya titik api.
Sehingga heli water bombing harus turun tangan untuk
memadamkan titik apa. Terutama di kawasan Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.
“Sebenarnya Kabupaten HSS juga minta bantuan heli
untuk memadam kebakaran. Namun karena jumlah heli masih terbatas, maka yang
kita prioritaskan untuk mengamankan kawasan Banjarbaru dan Banjar,”
ujarnya.
Sementara Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalsel,
Abriansyah, meminta tim satgas agar proaktif melakukan pencegahan titik api
sebelum terjadi dan membesar.
“Alhamdulillah, titik api menurun. Dari sebelumnya
sempat 81, turun menjadi 12 titik api. Ini
menunjukkan kinerja tim satgas sangat baik,” katanya.
Seperti diketahui, dalam menangani kebakaran hutan dan
lahan(karhutla), BPBD mendirikan sejumlah posko di Banjarbaru, Banjar, Tanah
Laut dan Batola. Selain itu, Dinas Kehutanan Kalsel juga ikut berpatroli di hutan lindung, seperti Tahura.
(emy/foto: ist)
