MUARA TEWEH, banuapost.co.id– Jembatan Keladan menunggu korban. Bahkan tak tanggung-tanggung sampai 2020. Karena di tahun itulah rencana perbaikan dilakukan.
Akibat kondisinya yang memprihatinkan, warga Kelurahan Lanjas, khususnya RT 04, Teweh Tegah, Barut, mengeluhkan kondisinya. Sebab untuk lalu-lalang setiap harinya, terutama menuju Pasar Ipu maupun Pasar Pendopo.
Karena itu warga berharap, tiangnya terturun dan
lantainya yang menganga, segera diperbaiki.
Menurut Jahriansyah, warga sekitar, kerusakan sudah cukup
lama. Namun belum pernah ada penanganan dari dinas terkait.
Karena belum ada penanganan, warga bergotong royong menambal
sulam lantai jembatan sesuai kemampuan dengan kayu se adanya. Tentunya supaya
tetap dapat dilalui.
Kendati demikian, jembatan tetap susah dilintasi, terutama
bagi pedangang yang menggunakan gerobak.
Karena tak jarang hampir membuat cilaka.
“Karena itu kita harapkan dari pemerintah daerah,
dalam hal ini Dinas PUPR, dapat melakukan perbaikan,” imbuhnya.
Dalam
usulan
Sementara Camat Teweh Tengah, Mastur, mengatakan, jembatan
telah masuk dalam usulan Musrencang Tingkat Kecamatan. Bahkan dalam usulan
prioritas.
“Sudah dimasukan dalam usulan Musrenbang di Tingkat
Kecamatan Teweh Tengah. Kita juga telah berkoordinasi dengan Bidang Bina Marga
Dinas PUPT Barito Utara,” jelasnya ketika diminta konfirmasinya saat menghadiri rapat
paripurna DPRD Barut, Kamis (12/9).
Berdasakan hasil koordinasi, lanjut Mastur, Kabid Bina
Marga Dinas PUPR, Rodi ST, merencanakan jembatan akan ditangani 2020 mendatang.
“Namun untuk anggarannya kita belum tahu. Tapi dari
Kabid Bina Marga, jembatan RT 04 Keladan akan ditangani 2020 mendatang,” tandas Mastur. (arh/foto: ist)
