BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Mengusung tema: “Saring Sebelum Sharing”, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme
(FKPT) Kalsel menggelar rembuk aparatur kelurahan dan desa tentang literasi dan
informasi.
Rembuk berlangsung di sebuah hotel di kawasan Jl A Yani, Kamis
(24/10)., dengan nara sumber mantan Ketua Dewan Pers, Yosep Ady Prasetio.
Menurut Yosep, acara serupa sudah dilaksanakan selama se tahun
di 32 provinsi yang ada FKPT. Sedang sararan atau target utamanya,
aparat-aparat yang ada di tingkat akar rumput, seperti kades, kamtib-kamtibmas,
babinsa dan komunitas media.
“Dengan pelatihan seperti ini akan lebih tahu tentang
visi radikalisme, terorisme, dan lebih paham ciri-ciri orang yang terpapar
paham musuh kita bersama,” ujar Yosep.
Menyinggung soal kearifan lokal, menurut Yosep, harus
menjadi penyeimbang perkembangan teknologi. Sehingga penggunaan gadget tidak disalahgunakan.
“Kita memasuki zaman modern dengan masyarakat milenial
yang tidak terlalu mengerti dengan kearifan local. Mereka pada umumnya
menganggap tradisi itu sebagai hal yang kuno dan hanya berhubungan dengan orang
tua,” jelas Yosep.
Sebenarnya, lanjut Yosep, kearifan lokal adalah salah
satu sistem pertahanan masyarakat Indonesia yang diciptakan nenek moyang, suku-suku,
dengan tradisinya masing-masing.
“Untuk generasi sekarang dengan tradisi yang diciptakan para
pendahulu, tugasnya membangun kebersamaan pada forum masyarakat untuk saling tabayun,” pungkas Yosep. (sai/foto: sasi)
