MUARA TEWEH, banuapost.co.id–
PLN ULP Muara Teweh, Barito Utara, mengakui sejumlah desa mengalami gangguan
listrik akibat jaringan, seperti tiang listrik mengalami patah saat diterjang
angin, beberapa waktu lalu.
Manajer PLN ULP Muara Teweh, Gustiyadi Fathur, Rahmandi
mengakui ada 7 lokasi mengalami gangguan listrik akibat jaringan.
Tujuh lokasi yang mengalami gangguan parah disaat
bersamaan, antara lain Desa Butong,
Lemo, Lahei, Desa Sei Rahayu I, Km 55 Luwe Hulu dan Desa Mukut.
“Dengan SDM yang ada, kami bagi tugas untuk menyelesaikan
gangguan di tujuh lokasi tersebut,” jelas Gustiyadi.
Daerah Lahei, lanjutnya,
dikerjakan tim KP Lahei. Daerah Butong,
Lemo, km 38 dalam, km 55, dan Mukut oleh tim HAR ULP Muara Teweh.
“Alhamdulillah, setelah Butong selesai, kami lanjutkan
memperbaiki jaringan di Desa Lemo. Daerah Luwe Hulu oleh tim ULD Luwe
Hulu,” katanya.
Dijelaskannya, untuk permasalahan tiang listrik yang mengalami
patah, sudah koordinasi dengan PLN UP3 Kuala Kapuas untuk dikirim material
tiang baru. Karena di gudang PLN Muara Teweh, hanya terdapat tiang bekas 12
meter 200 daN.
Sedang tiang yang patah, ukuran 11 meter 156 daN.
Mengingat perlu waktu untuk pengiriman material dan kapasitas kendaraan
operasional ULD Luwe Hulu tidak mampu membawa tiang 12 meter 200 daN sebanyak
dua batang sekaligus.
“Sehingga demi mempercepat penormalan suplai listrik ke
masyarakat di sana, kami menggunakan sumber daya yang ada, yaitu tiang dari
kayu. Akan tetapi ke depan, tetap kami (PLN) perbaiki dengan menggunakan tiang
besi handal,” pungkasnya. (arh/foto: ist)
