PELAIHARI, banuapost.co.id–
Terasa asinnya air PDAM di Desa Jorong, Kecamatan Jorong, Tanah Laut, tak
ditampik Direktur PDAM Pelaihari, Eko Sugiharto.
“Ini akibat masuknya air laut sampai ke daerah tangkapan
air baku di instalasi pengolahan air,” jelas Eko yang diminta penjelasannya,
Sabtu (2/11).
Meski demikian, lanjut Eko, yang terjadi di Jorong merupakan
pertama kalinya sejak dioperasikan. Penyebabnya tidak terlepas dari kondisi
cuaca yang sampai saat ini masih masuk musim kemarau.
“Jarak daerah tangkapan air baku PDAM di Jorong, tidak
jauh dengan garis pantai. Sehingga kemarau yang sedikit lebih panjang dari
biasa, dapat mempengaruhi air baku,” ujar Eko.
Selain Jorong, sambung Eko, Spam IKK Kintap di Kecamatan
Kintap, lebih parah lagi. Karena setiap masuk musim kemarau, kawasan tangkapan
air bakunya sudah tercampur dengan air laut.
“Kalau Jorong setelah beberapa bulan kemarau, baru terjadi
perubahan pada air bakunya. Sedang di Kintap sebulan saja tidak ada hujan, air
bakunya sudah mulai terasa payau,” papar Eko.
Disinggung solusi yang dilakukan untuk menghindari
masuknya air laut ke daerah tangkapan air baku PDAM, Menurut Eko hanya dengan
membuat embung baru. Seperti halnya yang dimiliki perusahaan sawit PTPN 13.
Sebelumnya warga di Desa Jorong, Kecamatan Jorong
mengeluhkan air PDAM yang mereka dapatkan tersa asin, hal ini menurut warga
sudah berjalan dua minggu. (zkl/foto:
zul yunus)
