BANJARBARU, banuapost.co.id- Universitas Islam Kalimantan
(Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari, mengukuhkan Prof Abdul Malik, MSi, Ph.D
sebagai guru besar dalam bidang produksi ternak.
Pengukuhan di sebuah hotel di Banjarbaru itu, setelah sidang
terbuka senat. Sementara Abdul Malik membawa orasi ilmiah berjudul: Optimalisasi
Efisiensi Reproduksi Melalui Resingkronisasi Estrus dalam Upaya Meningkatkan Populasi
Sapi Potong.
Menurut Malik, beberapa strategi perlu dilakukan untuk
optimalisasi efesiensi reproduksi sapi potong di Kalsel khususnya, Indonesia
secara umumnya, agar dapat mendukung tercapainya percepatan swasembada daging
nasional.
“Peningkatan konsumsi protein hewani asal ternak, terus
meningkat seiring dengan peningkatan pendapatan masyarakat dan laju pertumbuhan
penduduk ,” ujar Rektor Uniska ini.
Peningkatan efesiensi reproduksi, lanjut doktor lulusan
UPM Malaysia, harus diupayakan seperti sinkronisasi dan resinkronisasi, guna
meningkatkan sapi potong. Sehingga ketergantungan impor bisa ditekan setiap
tahunnya.
Perluasan pelaksanaan sinkronisasi yang dilanjutkan
dengan resingkronisasi estrus tahap 1,2,3 dan seterusnya bagi sapi yang tidak
bunting pasca pemeriksaan kebuntingan dini, merupakan upaya yang harus
disosialisasikan untuk memperpendek calving interval pada sapi potong.
Dengan demikian, sambung Malik, pengembangan dan
pemanfaatan teknologi peternakan serta pendampingan teknologi reproduksi, pakan
dan kesehatan hewani, merupakan suatu keharusan agar tata laksana pemeliharaan
yang ramah lingkungan, murah dan mudah dilaksanakan peternak.
“Sinkronisasi yang dilanjutkan dengan resinkronisasi
estrus sampai pada tahap II, tidak menunjukkan perbedaan terhadap profil
estrus, angka kebuntingan dan profil hormon reproduksi, ” ungkapnya.
Namun demikian, tambah Malik, perlu dilakukan kajian
penunjang lainnya, terutama dengan mengkombinasikan penambahan pakan tambahan,
seperti UM3B guna mendorong keberhasilan program tersebut. (riz/foto:rizal)
