BANJARMASIN, banuapost.co.id– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel, diminta membebaskan penyelenggaraan Pilkada 2020 dari informasi hitam yang tersisa selama Pemilu 2019.
Informasi hitam itu, yakni hoax (berita bohong), hate speech
(ujaran Kebencian), disinformasi (tidak terinformasi), dan mis informasi
(kegagalan informasi). Karena empat bentuk informasi itu, dapat menjadi virus
yang membuat pelaksanaan pilkada tidak berkualitas.
Permintaan disampaikan Komisioner KPU RI, Viryan, usai Peluncuran Pemilihan Gubernur dan Wakil
Gubernur Kalsel 2020, di Hotel Rattan Inn, Minggu (22/12) malam.
Menurut Viryan, jajaran KPU Kalsel bisa melawan
berkembangnya informasi hitam bekerjasama dengan banyak pihak.
“Ada dua ‘tas’ yang harus selalu dibawa kawan-kawan KPU.
Yakni integritas dan sinergisitas. Integritas tidak bisa ditawar-tawar.
Sementara sinergisitas harus dilakukan dengan banyak pihak,” jelas Viryan.
Menjelang Pilkada 2020, lanjut Viryan, KPU RI juga telah
mengevaluasi Pemilu 2019. Kemudian merancang perbaikan dari hasil evaluasi itu.
Salah satunya, merancang sistem informasi rekapitulasi elektronik.
Karena proses rekapitulasi di Pemilu 2019 dianggap memakan waktu terlalu lama.
Bahkan menyebabkan banyak korban jiwa karena kelelahan.
Kemudian KPU RI ditargetkan DPR RI untuk memperoleh
keikutsertaan pemilih sebesar 77,5 persen di Pilkada 2020. Pada Pemilu 2019
lalu, KPU RI berhasil mencapai keikutsertaan pemilih sebesar 81,69 persen.
Sementara untuk Pilkada 2020, KPU Kalsel ditargetkan
pencapaian yang sama dengan target nasional sebesar 77,5 persen.
Menanggapi target yang dicanangkan, Ketua KPU Kalsel,
Sarmuji, optimis dapat mencapainya. “Kami akan berusaha sekuat tenaga untuk
mencapai target itu. Sebagaimana pencapaian pada pemilu 2018 Kalsel, berhasil
mencapai 81 persen,” ujar Sarmuji.
Peluncuran Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel
2020, ditandai secara simbolis dengan memasukkan bersamaan surat suara ke dalam
kotak suara oleh para stakeholder yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu.
Pamerkan
Buti
Pada peluncuruan itu, juga dipamerkan Maskot Pilkada
Kalsel 2020 yang diberi nama Buti, singkatan Bumbungan Tinggi.
Kata Buti, diambil secara filosofis dari bangunan rumah
banjar yang dianggap pencapaian tertinggi warga Banjar dan sebagai rumah kepala
daerah dalam memimpin daerah.
Dengan peluncuran yang mengundang berbagai elemen
masyarakat, KPU Kalsel berharap informasi pilgub mulai ramai di tengah
masyarakat.
“Harapan dari kegiatan ini kita ingin penyelenggaraan pilgub
diketahui khayalak, sudah dimulai sampai nanti pemilihannya 23 September 2020,”
papar Sarmuji.
Pada Pilkada 2020, KPU Kalsel telah mendata Daftar
Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 2.869.166 orang. Dengan data itu, pasangan calon
gubernur perseorangan yang ingin mendaftar, diharuskan memperoleh minimal
243.880 dukungan yang dibuktikan dengan e-KTP atau surat catatan sipil, dan
tersebar paling sedikit di tujuh kabupaten/kota di Kalsel.
Selain pilkada gubernur, pada 2020 juga akan dilaksanakan
pilkada di tujuh kabupaten kota di provinsi ini. Yakni Kota Banjarmasin,
Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Bumbu, Kotabaru, Hulu Sungai Tengah dan
Balangan. (emy/foto: deny)
