ENZIZHOU, banuapost.co.id– Mahasiswa Indonesia di Kota Enzizhou maupun Kota Huangshi, masih aman dari virus corona meski sudah ada 75 orang di kedua kota itu yang positif terserang.
Jarak Enzizhou kisaran 542
kilometer dari Wuhan, kota yang disebut-sebut awal mula virus menyebar.
Sementara jarak Kota Huangshi, 90 kilometer ke Kota Wuhan.
“Meski demikian, pemerintah
setempat mengimbau untuk tetap stay di rumah, hingga keadaan membaik dan selalu
menjaga kebersihan dengan mencuci tangan lebih sering serta memakai masker,”
jelas Marina, salah satu mahasiswa Indonesia di Enzizhou melalui pesan WhatsApp yang diterima redaksi banuapost.co.id, kemarin.
Menurut mahasiswi Minzu
University jurusan kedokteran di Hubei ini, di Enzizhou hanya ada 10 mahasiswa Indonesia, dan semuanya dalam keadaan baik
“Menurut
saya, masih lumayan aman tinggal di kota ini. Sekarang kebetulan lagi liburan
musim dingin dan tanggal masuk perkuliahan sementara ini ditunda hingga keadaan
membaik,” tulis mahasiswa asli Kota Balikpapan, Kaltim itu.
Meski masuk kota terolong aman,
tambah Marina, para mahasiswi Indonesia memilih tidak keluar dari tempat
tinggal mereka untuk mengurangi resiko tertular.
“Pasti
ada rasa takutnya. Kita disini juga ngak berani keluar-keluar. Semuanya lebih
pilih stay di kamar untuk meminimalisir resiko tertular,” katanya.
Untuk
kebutuhan sehari-hari, menurut Marina, masih ada mini market yang buka
berjualan. Sehingga tidak ada kesulitan logistik.
“Sejauh
ini logistik aman, ada minimarket sayur-sayuran terdekat yang masih buka,” imbuhnya.
Sementara M Kamaluddin Ikhsan,
mahasiswa Indonesia di kota Huangshi, Provinsi Hubei menjelaskan, berdasarkan
info yang beredar sudah ada sekitar 36 orang yang dideteksi terkena virus
corona. Namun rata-rata mereka orang tua karena daya tahan tubuhnya lemah
“Alhamdulillah tidak ada WNI yang terkena.
Semuanya sehat walafiat,” kata mahasiwa asal Kotabaru, Kalsel, sebagaimana dikutip
dari bergelora.com.
Jarak antara kota Wuhan dan kota
Huangshi menurut Kamaludin Ikhsan, sekitar 90 kilometer atau sekitar 30 menit
perjalanan menggunakan kereta api cepat atau kurang lebih 2 jam bila
menggunakan kereta lambat.
“Namun
sementara ini, transportasi umum memang tidak beroperasi untuk keamanan seluruh
warga Kota Huangshi maupun mahasiswa Indonesia yang ada di dalamnya,” jelas
mahasiswa di Hubei Polytechnic University ini.
M
Kamaludin mengaku bersyukur pemerintah Indonesia lewat KBRI, telah menyalurkan
bantuan ke setiap mahasiswa Indonesia yang ada di China.
“Kalau masalah tertular, pasti ada yang khawatir. Tapi kami yakin, virus nggak akan menyerang orang yang imunnya kuat dan konsumsi air.minumnya cukup,” jelasnya. (yb//foto: bergelora)
