DisMUARA TEWEH, banuapost.co.id– Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora), menggelar Festival Seni Budaya tingkat pelajar 2020, diikuti sembilan kecamatan di Barito Utara.
Festival ilaksanakan di Aula Disbudparopra yang secara
resmi dibuka Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan, Drs
Ledianto, kemarin.
Bupati dalam sambutan yang dibacakan Ledianto mengatakan,
kegiatan merupakan sebuah upaya berkesinambungan Pemkab Barito Utara dalam
memberikan perhatian terhadap peningkatan pelestarian kebudayan daerah di kalangan
generasi muda.
“ntuk itu diharapkan para pelajar, dapat
mengembangkan potensi diri di bidang seni dan budaya. Sehingga menumbuhkan
karakter yang positif.
“Sebab kebudayaan merupakan investasi masa depan dalam
membangun peradaban bangsa,” tulis bupati.
Akar budaya dan tradisi di Indonesia, menurut bupati, harus dilestarikan di tengah kemajuan jaman
yang kemungkinan besar akan mengikis keberadaan seni budaya dan kearifan lokal.
Kebudayaan yang berkembang di Kalteng, termasuk Barito
Utara, adalah budaya pedalaman dan pesisir. Keduanya memiliki perbedaan dalam
khasanah adat se hari-hari, mulai dari tari-tarian, lagu tradisional, upacara
adat keyakinan dan kehidupan sosial kemasyarakatan.
Meski berbeda, namun terus berkembang. Karena Bhineka Tunggal Ika lah yang menjadikan
perbedaan itu sebagai hal yang unik dan menjadikan kekuatan persatuan dan
kesatuan di Indonesia, khususnya di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.
Sementara Plt Kadis Budparpora, Hj Annisa Cahyawati,
mengatakan, kegiatan festival ini dilaksanakan seleksi dalam beberapa cabang
perlombaan. Antara lain, lomba tari pedalaman dan pesisir, lomba lukis legenda,
lomba lukis ornamen, lomba mengayam purun, lomba solo vokal dan gitar.
“Pesertanya siswa-siswi pelajar dari sembilan kecamatan
di Kabupaten Barito Utara,” jelas Hj Annisa. (arh/foto: ist)