MUARA TEWEH, banuapost.co.id– Jembatan KH Hasan Basri, menghubungkan Kelurahan Lanjas, Teweh Tengah dengan Kelurahan Jingah, Teweh Baru, Barito Utara, ditutup selama tiga hari.
Penutupan jembatan yang mengambil nama mantan Ketua Umum MUI kelahiran Kota Muara Teweh tersebut, dimulai sejak Rabu, Kamis, Jumat, 4, 5 dan 6 Maret mendatang, karena evaluasi kondisinya.
Penutupan sementara, sebagaimana permintaan Kementerian PUPR melalui Dirjen Bina Marga Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional XI ke Dinas PUPR Barito Utara.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Barut, Rody yang diminta
konfirmasinya, Minggu (23/2), membenarkan adanya surat pemberitahuan tersebut.
Menurutnya, dalam pemberitahuan disebutkan dalam rangka
evaluasi terhadap kondisi struktur eksisting jembatan yang melintasi Sungai
Barito itu.
Tujuan evaluasi untuk antisipasi kerawanan kecelakaan
lalulintas, terutama terhadap pengendara kendaraan bermotor yang melintas di jembatan.
Dalam surat itu juga disebutkan, kegiatan yang akan
dilaksanakan yakni pengujian statistic untuk mengetahui kondisi struktur
jembatan, baik lendutan dan tegangan. Pengujian ini dilakukan dengan cara
memberi beban, berupa truk bermuatan.
“Sistem yang akan dilakukan, yaitu buka tutup, dan
rencana penutupan serta pengujian. Dijadwalkan akan dilakukan sejak 4, 5 dan 6
Maret mendatang,” tandas Rody.
Kegiatan yang akan dilaksanakan, Rabu (4/3) pemasangan
alat sensor. Kamis (5/3) kegiatan pemasangan instalasi sensor ke data logger
dan setting, pengukuran regangan menggunakan beban lalulintas dan pengujian
tipikal bentang 1 (60 meter) dan lalulintas ditutup selama pengujian.
Kemudian pada Jumat (6/3) sekitar pukul 00:30 hingga 02:30
WIB, kembali dilakukan pengujian tipikal bentang 2 (40 meter). Sementara pukul
02:30 – 05:00 WIB, melepas alat sensor. (arh/foto: ist)