KUSAN HILIR, banuapost.co.id– Akibat curah hujan yang cukup tinggi, sekolah di Desa Serdang, Kusan Hilir, Tanah Bumbu, sudah sepekan ini terpaksa diliburkan.
Sekolah yang aktivitas belajar dan mengajar terpaksa
dihentikan sementara sejak Rabu (12/2), Sekolah Dasar Negeri (SDN) Serdangan
dan SMPN 8 Kusan Hilir.
Menurut Kepala SDN Serdang, Abdul Rahim, kebijakan tersebut demi menjaga keselamatan jiwa siswa siswinya, karena ketinggian air sudah mendekati lutut orang dewasa.
“Sudah seminggu aktivitas belajar mengajar kita liburkan demi menjaga keselamatan siswa dan siswi. Apalagi air naik setinggi 15 cm di dalam kelas,” katanya.
Terlebih lagi, lanjut Abdul Rahim, selain jalan menuju
sekolah tergenang, juga takut ada buaya. Karena di desa memang ada buayanya.
Soal diliburkannya kedua sekolah itu, tak ditampik
Kadisdik Tanah Bumbu, Sartono. Sedang solusi ke depan, sudah dibicarakan dengan
pemkab setempat.
“Iya memang, kalau darurat seperti ini kita imbau
diliburkan sementara dari pada ada korban. Kita juga sudah ada perbincangan
dengan pihak terkait adanya masalah ini,” tandasnya.
Sementara Camat Kusan Hilir, Dewi Murni, mengatakan, pemerintah
daerah selama ini sudah berusaha untuk antisipasi dangan upaya normalisasi
sungai.
Namun wilayah Desa Serdangan yang berdekatan dengan
sungai ditambah banjir kiriman dari daerah tetangga, mambuat banjir tidak bisa
dihindari.
“Kita bukan tidak ada penanganan. Pemda setempat
sudah berupaya dengan normalisasi sungai, membuka pintu-pintu air. Namun karena
banjir kiriman dari daerah tetangga, kita tidak bisa apa apa,” ujarnya.
Banjir juga membuat kondisi jalan ke Serdangan terisolasi.
Selain tidak ada jalan alternatif, warga juga memilih tetap tinggal di rumah karena
takut harta benda mereka hilang. (yb/di/foto:
ist)
