PALANGKA RAYA, banuapost.co.id– Pemerintah Kota Palangka Raya berencana mengunci atau lockdown Bandara Tjilik Riwut, untuk menekan pandemi virus korona sebagai bentuk melindungi masyarakat di Ibu Kota Provinsi Kalteng itu.
Kebijakan sangat beralasan, mengingat di RSUD dr Doris Sylvanus
hingga Minggu (29/3 tercatat sudah ada tujuh pasien yang positif terinfeksi virus
mematikan asal Provinsi Wuhan, Tiongkok tersebut.
“Terlebih lagi kian hari Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan
Pasien Dengan Pengawasan (PDP), juga terus bertambah,” ujar Wali Kota Palangka
Raya, Fairid Nafarin, menjawab pertanyaan awak media, Minggu (29/3).
Oleh sebab itu, wajar Pemkot Palangka Raya harus berpikir
keras mengantisipasi terjadinya pageblug
(wabah) akan virus jenis baru yang oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) diberi nama
Covid-19 tersebut, yang kini sudah pandemi di 128 negara di dunia, termasuk
Indonesia.
Padahal upaya keras sudah dilakukan Pemkot Palangka Raya
dengan menetapkan status Tangap Darurat Covid-19, termasuk penyemprotan
didinfektan secara missal,serta imbauan kepada masyarakat untuk hidup sehat dan
bersih.
Bahkan belum lama ini, konon Pemkot Palangka Raya melayangkan surat ke Pemrov Kalteng dan
Kementerian Perhubungan, memohon agar Bandara Tjilik Riwut ditutup sementara.
“Permintaan penutupan sementara Bandara Tjilik Riwut,
hanya sebagai bentuk kepedulian Pemkot Palangka Raya akan nasib masyarakatnya jadi
korban virus korona yang kian hari terus bertambah,” tandas putra mantan Bupati
Kobar, Ir M Razak, sekaligus membenarkan soal surat ke kemenhub itu.
Sementara GM Angkasa Pura II Bandara Tjilik Riwut
Palangka Raya, Siswanto, mengaku belum mengetahui secara pasti rencana
penutupan sementara tersebut.
“Soal penutupan sementara itu menunggu keputusan kemenhub
saja. Bahkan penutupan sementara itu seperti apa? Apakah hanya beberapa rute
atau frekwensinya dikurangi,” ujar Siswanto.
Tak ditampik Siswanto, sejak merebaknya kasus virus
korona ini, jumlah penumpang pesawat mengalami penurunan yang sangat signifikan,
mencapai 50 persen dari hari-hari sebelumnya. (yb/din/foto: ist)