PELANGKA RAYA, banuapost.co.id– Gayung bersambut. Setelah Pemkot Palangka Raya ingin mengunci Bandara Tjilik Riwut, kini giliran Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, berkeinginan serupa. Lockdown agar sementara ini tidak ada yang boleh keluar dan masuk melalui jalur udara.
Keingginan orang nomor satu di Kalteng ini, tentunya pun
sangat beralasan sebagai langkah antisipasi atas penyebaran virus korona yang kini
telah menjangkiti sedikitnya tujuh warga di provinsi tersebut.
“Paling tidak ditutup sementara selama dua pekan atau 14 hari,” ujar keponakan salah satu pengusaha sukses asal Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar), H Abdul Rasyid AS itu, dalam video vlognya yang beredar di Group WhatsApp (WA), Sabtu (28/3) malam.
Klik tombol dibawah untuk melihat video terbaru kami. Kemudian refres laman ini.
Keinginan Sugianto ini pun, yakni untuk melindungi
masyaraat Kalteng dari virus mematikan asal Provinsi Wuhan, Tiongkok, yang
sudah pandemi ke 128 negara di dunia dengan jumlah korban jiwa puluhan ribu orang,
termasuk Indonesia.
“Apalagi di Kalteng sekarang, sudah ada tujuh warga yang
positif terinfeksi Covid-19 ini,” imbuh Sugianto.
Dalam video vlog berdurasi dua menit yang dishare Biro
Humas dan Protokol Pemprov Kalteng itu, Sugiantio juga mohon maaf kepada
masyarakat, sering dengan akan ditutupnya bandara di Jl Adonis Kota Palangka Raya
mulai pekan depan selama 14 hari.
Kebijakan menutup sementara Bandara Tjilik Riwut selama
14 hari, menyusul adanya usulan dari Pemerintah Kota Palangka Raya, karena
bertambahnya korban yang terinfeksi virus korona.
Sebagaimana data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kalteng per
Minggu (29/3), tujuh pasien positif korona yang dalam perawatan RSUD dr Doris
Sylvanus, diketahui melakukan perjalanan ke luar daerah dengan menggunakan
transportasi udara, sepeti Jakarta maupun kota di Pulau Jawa. (yb/din/foto: ist)