BANJARMASIN, banuapost.co.id– Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin, berkurang satu orang akibat meninggal dunia.
Dengan demikian, hingga Minggu (29/3) jumlah menjadi 9
PDP. Pasien yang tutup usia sebelum hasil uji laboratorium keluar, teridentitas
sebagai Ulin 12
“PDP Ulin 12, seorang wanita usia 51 asal Banjarmasin
meninggal dunia pagi tadi. Sudah dilakukan perawatan maksimal tim medis RSUD
Ulin. Termasuk pemasangan ventilator oksigen, karena yang bersangkutan mengalami sesak nafas,” kata
Sekretaris Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Kalsel, M Muslim, Minggu (29/3)
sore.
Karena hasil uji laboratorium belum diterima, sambung
Kadinkes Kalsel ini, sehingga belum dapat dipastikan pasien Ulin 12 tersebut positif terinfeksi
Covid-19.
Meninggalnya pasien Ulin12 ini, serupa dengan seorang PDP yang juga diisolasi di RSUD Ulin Banjarmasin sebelumnya. Pasien Ulin 6, meninggal dunia sebelum hasil uji laboratoriumnya keluar. Namun belakangan, hasil uji laboratorium dari Litbang Kemenkes RI, pasien Ulin 6 itu dinyatakan negatif terinfeksi virus korona.
Dengan meninggalnya satu warga Banjarmasin itu, menurut
HM Muslim, maka jumlah PDP yang masih menjalani isolasi di RSUD Ulin sebanyak
sembilan orang. Ditambah satu pasien
yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19.
“Total ada 10 yang saat ini dirawat di RSUD Ulin,” imbuhnya.
Untuk sembilan PDP itu, rinci Muslim, tiga dari Banjarmasin.
Kemudian dari Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru masing-masing dua orang.
Sedang dari Tabalong dan Hulu Sungai Selatan masing-masing satu.
Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP), data terakhir
berjumlah 1.143 orang. Bertambah dari sebelumnya yang berada di angka 1.132
orang.
Menurut Muslim, tim sudah melakukan screening dengan
rapid test. Khususnya kepada para ODP, PDP dan juga orang-orang yang kontak
dengan pasien positif.
“Namun tahap pertama ini, kami masih menunggu hasil
screening tersebut,” katanya. (emy/foto:
ist)