PELAIHARI, banuapost.co.id– Sedikitnya 16 pekerja bangunan Mall Pelaihari City yang baru tiba dari Sragen, Jawa Tengah, Selasa (24/3), keberadaannya diawasi Satgas Covid-19 Tanah Laut.
Diawasinya pekerja ini, menyusul laporan warga, Rabu
(25/3), mengingat Sragen berdekatan dengan Solo, daerah zona merah penyebaran
virus korona.
Para pendatang, kini berstatus Pelaku Perjalanan dari
Daerah Terjangkit (Orang Dalam Resiko) yang saat ini diawasi tinggal di perumahan
Pelaihari City.
Juru Bicara Media Center Covid-19 Tanah Laut, Antonius
Jaka, tak menampik keberadaan pekerja asal jawa Tengah itu tengah diawasi.
“Setelah menerima laporan, malam itu juga kita
langsung adakan penyemprotan disinfektan di area tempat tinggalnya,” jelas
Antonius.
Bahkan belasan pekerja bagunan itu, sambung Antonius,
juga diisolasi, tidak boleh keluar dan secara berkala dipantau selama 14 hari.
“Petugas kesehatan dari Puskesmas Angsau kita gerakkan
untuk memantau mereka secara berkala,” imbuhnya.
Sementara Ketua Satgas yang juga Sekda Tala, H.Dahnial
Kifli, didampingi Kepala BPBD M Kusri menjelaskan,
sikap Tim Satgas merupakan bentuk respon cepat dalam menjaga situasi tetap
kondusif di Tanah Laut.
“Kita tidak ingin ada masyarakat yang resah, Kita
menghindari provokasi dari orang luar. Makanya kita ayomi dengan memberi peringatan.
Karena mereka juga meninggalkan keluarga dan mencari nafkah di daerah kita,”
ujar Dahnial.
Sikap warga sangat diapresisi Dahnial agar masyarakat yang memiliki informasi atau mengetahui ada
warga baru dari luar Kalsel, agar melapor ke call center.
“Sehingga bisa didata dan dimonitoring, sebagai antisipasi
awal agar tidak terjadi penularan Covid-19 di Tanah Laut,” tegasnya.
Begitupun para ketua RT, lurah, kades dan camat, sambung
Dahnial, apabila ada warga yang baru datang dari luar daerah atau ada warga
yang mengalami gejala-gejala sakit, segera melapor ke petugas kesehatan. (zkl/kom/foto: ist)