PULANG PISAU, banuapost.co.id– Curah hujan tinggi, Trans Kalimatan poros tengah terendam. Akibat tingginya air, Jumat (28/3) pagi, selain banyak kendaraan yang mogok, pengedara roda dua memilih menggunakan perahu penyeberangan dengan merogoh kocek Rp 30 ribu.
Genangan air hingga selutut orang dewas itu, terjadi di
Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, yang setiap musim penghujan
kondisinya sudah tidak asing lagi.
Ketika air menggenang badan jalan, terlebih jika ada
kendaraan roda empat yang mogok, antrean pun mengular hingga berjam-jam.
Kondisi demikian sudah tidak asing lagi bagi warga yang
tinggal di Km 13 Desa Penda Barania, Pulang Pisau. Karena setiap tahun menjadi
langganan banjir.
Anehnya meski setiap tahun selalu terulang, tidak ada
tanda-tanda dari Pemkab Pulang Pisau untuk mengatasi luapan Sungai Kahayan seiring
dengan tingginya curah hujan.
Padahal dampaknya, membuat arus transportasi terganggu,
baik dari dan ke Kota Palangka Raya, maupun untuk menuju ke sejumlah kabupaten
lainnya di Provinsi Kalteng.
Sementara menurut Danramil Kahayan Tengah, Pulang Pisau,
Kapten Salamun, genangan air di badan jalan sudah berlangsung sejak lima hari
lalu dengan panjang sekitar 1.5 kilometer.
“Kami dengan rekan-rekan Polri, hanya berusaha mengatur lalulintas
agar bisa mengurai kemacetan,” ujar Kapten Salamun.
Namun demikian, sambung Kapten Salamun, warga
kadang-kadang sulit diatur. Sehingga menyebabkan kawasan banjir menimbulkan
kemacetan panjang, karena sering terperosok di lobang tengah jalan. (yb/din/foto: ist)