PALANGKA RAYA, banuapost.co.id– Perjuangan tim medis RSUD dr Doris Sylvanus, terutama salah satu pasiennya yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus korona, sangat patut diacungi jempol.
Selain ketelatenan dan disipilin tim medis dengan SOP yang sudah ditentukan Badan Kesehatan Dunia (WHO), semangat sang pasien pun sangat menentukan kesembuhan.
Nah soal semangat untuk sembuh inilah, mungkin tidak banyak yang tahu. Rahasia, sekaligus berbagi untuk semua sembuh bagi pasien Covid-19, dikemukakan Kadis Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kota Palangka Raya, Imbang Triadmaji, dalam komunikasi khusus dengan banuapost.co.id, Minggu (5/4).
Bagi kebanyakan orang, penyakit sejenis flu, batuk dan sedikit deman, mungkin hal biasa. Namun lain halnya dengan Covod-19 yang gejalanya juga serupa, tetapi membawa kematian.
Sejak hasil swabnya diterima dari Laboratorium Litbang Kemenkes terkonfimasi positif terinfeksi virus korona, Imbang Triadmaji, masuk isolasi di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya.
Selama 18 hari dalam perawatan dengan sama sekali tidak boleh di dekati siapapun selain tim medis, tentunya bukan perkara nyaman.
Ayah dari empat putra ini, benar-benar diasingkan. Karena protapnya memang demikian. Berkat sabar, selalu berdoa dan mengikuti semua anjuran tim media, Imang Triadmaji dinyatakan negatif, serta diperbolehkan pulang.
Namun meski sudah diperbolehkan kembali berkumpul dengan keluarga, pria berusia 50 tahun ini tidak diperbolehkan keluar rumah terlebih dahulu. Bahkan dalam rumah pun, dia harus menjaga jarak, baik istri maupun anak-anaknya.
Menurut Imbang, terpaparnya virus korona yang dialami, diduga kuat dari riwayat perjalanan dinaske DKI Jakarta, 13 Maret lalu.
Tiga hari kemudian sepulang dari Ibu Kota Negara tersebut, Imbang mengalami batuk dan pusing, seperti gejala penyakit tipus. Sehingga melakukan pemeriksaan ke RS.
“Tiga hari pertama sulit sekali menguasai emosi. Bawaannya selalu emosional,” jelas Imbang.
Namun karena gejala mirip dengan Covid-19, Imbang dinyatakan sebagai Pasien Dengan Pengawasan (PDP). Menjalani isolasi di RS, 23 Maret lalu, dengan status Pasien No 5, sebelum akhirnya dinyatakan positif terpapar virus korona.
“Alhamdulillah berkat Allah, setelah 18 hari diasingkan dari semua hubungan luar, saya dinyatakan negatif. Sembuh dan kembali diperboleh pulang,” ujar Imbang bahagia. (yb/din/foto: ist)