PALANGKA RAYA, banuapost.co.id– Diperiksa (proses) lebih lanjut. Ucapan petinggi polisi di Kota Palangka Raya atas diamankanya puluhan remaja yang menggelar balap liar, dipertanyakan kesungguhannya.
Sebab meski sudah tiga kali membubarkan, bahkan mengamankan rider serta mengandangkan sepeda motornya, ternyata masih juga pacu kuda besi produk Jepang ini berlangsung.
‘Ketidakmampuan’ dalam penegakan hukum hingga tidak menimbukan efek jera inilah yang dipertanyakan ke institusi yang menjadi ujung tombak dalam pembinaan dan keamanan di tengah masyarakat, Polri, khususnya di Kota Palangka Raya.
Untuk ketiga kalinya Ditsamapta Polda Kalteng membubarkan aksi balap liar yang digelar di Sirkuit Sabaru Kota Palangka Raya, Minggu (26/4) pagi
Kali ini sebanyak 38 remaja ’bangsat’, termasuk penonton, diamankan. Sementara 23 sepeda motor dan satu unit mobil ikut dikandangkan.
Padahal di Kota Palangka Raya sendiri dalam satu bulan terakhir, baik instansi maupun institusinya tengah sibuk-sibuknya dengan percepatan penanganan Covid-19 yang mematikan tersebut. Namun di siisi lain, sebagian para remaja dan anak mudanya, juga disibukan dengan aksi balap liar.
Dengan status zona merah, tanggap darurat akan pandemi virus mahkota, seharusnya remaja dan pemuda ini berdiam diri di rumah.
Dengan berdiam diri di rumah, sebagaimana anjuran pemerintah, remaja dan pemuda ini ikut berandil memutus mata rantai penyebaran virus asal Provinsi Wuhan, Tiongkok, yang sudah banyak menelan jiwa di beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia.
Tapi kenyataannya tidak. Bahkan ada di antara remaja yang datang dengan sengaja mengangkut sepeda motornya dengan mobil mini bus, seperti si Rian ini, hanya karena mengaku hobi.
Sementara menurut Kasub Satgas 2 Pencegahan Covid-19 Ditsamapta Polda Kalteng, AKBP Timbul R Siregar, pembubaran balap liar setelah diterimanya laporan dari masyarakat.
“Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, puluhan remaja dan sepeda motor yang terjaring, digelandang ke Satlantas Polresta Palangka Raya unuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKBP Timbul. (yb/din/foto: ist)