BANJARMASIN, banuapost.co.id– Meski hari ke tiga, Minggu (26/4), pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Banjarmasin, arus lalulintas masih ramai. Meski tak sepadat di saat keadaan normal, termasuk di kawasan perbatasan sperti Jl A Yani Km 6.
Padahal ada Pos 2 PSBB dan penjagaan oleh petugas, masih banyak kendaraan bermotor yang mengarah ke dalam kota. Akibatnya, kepadatan pun tak terhindarkan. Karena petugas harus memeriksa pengendara dan penumpang kendaraan satu per satu.
Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina, yang memantau pemeriksaan di perbatasan, mengatakan, terus melakukan evaluasi. Sejak hari pertama, kesadaran masyarakat masih kurang dalam mematuhi PSBB.
“Dari hari pertama memang masih sedikit longgar. Karena kurangnya kesadaran masyarakat. Padahal kita sangat serius melaksanakan PSBB ini,” kata Ibnu.
Untuk di pintu masuk, fokus pemeriksaan di antaranya warga yang tidak menggunakan masker. “Siapapun kalau mau ke Banjarmasin harus menggunakan masker. Bila tidak, maka akan kita larang. Begitu juga aturan jaga jarak dalam mobil dan sepeda motor, dilarang berboncengan. Kecuali masih satu rumah,” ujar Ibnu Sina yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid 19 Kota Banjarmasin.
Sampai saat ini, lanjut ibnu, masih ditemukan warga yang tidak menggunakan masker. Atau berboncengan di satu sepeda motor. Serta tidak menjaga jarak duduk di mobil. Kalau yang tidak mematuhi aturan, tidak kita bolehkan masuk ke Banjarmasin.
Rencana di hari ke empat dan selanjutnya, petugas akan di arahkan ke dalam kota. Tidak hanya menempati pos di dalam kota, tapi juga menyasar ke tempat-tempat yang masih berpotensi terjadi keramaian, seperti pasar.
Petugas nantinya, akan mewajibkan masyarakat untuk menggunakan masker dan jaga jarak. Selain itu, mereka yang keluar rumah, akan ditanya keperluannya. Bila tidak mendesak atau darurat, maka diminta kembali pulang. (emy/foto: deny yunus)