BANJARMASIN, banuapost.co.id– Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTP2) Covid-19 Kalsel targetkan Agustus kasus terinfeksi virus korona menurun.
Target ini bagian dari rencana strategis gugus tugas tiga bulan ke depan. Diawali upaya lanjutan tracing dan tracking yang selama ini sudah dilakukan.
“Mulai awal Juni ini, kita semakin massif melanjutkan tracing dan tracking. Karena itu dipredikis di Juli nanti, terjadi lonjakan kasus dari hasil tracing dan tracking tersebut. Sehingga pada Agustus, ditargetkan terjadi pelandaian atau penurunan kasus,” kata Ketua Harian TGTPP Covid 19 Kalsel, Abdul Haris.
Target dikemukakan Abdul Haris di sela rapat koordinasi dengan TGT2 Covid-19 Kota Banjarmasin di Aula Gedung Dekranasda Kalsel, Selasa (26/5).
Menurut Abdul Haris, tracing dan tracking nantinya difokuskan di kawasan pasar. Alasannya, dari evaluasi selama ini, termasuk di Kota Banjarmasin, potensi penularan cukup besar terjadi di kawasan pasar. Begitu pula di sejumlah kabupaten-kota lainnya.
Hingga saat ini, tandas Abdul Haris, kawasan pasar menjadi potensi penularan cukup tinggi. Karena kurangnya kedisiplinan, baik pedagang maupun pengunjung.
“Salah satunya dalam penggunaan masker. Padahal kewajiban menggunakan masker hal paling sederhana, meski cukup mendasar. Itu pun tingkat kedisiplinan masyarakat untuk menggunakan masker, khusus di pasar, masih sangat rendah,” jelas Abdul Haris.
Karena itu, kawasan pasar juga menjadi focus perhatian gugus tugas dalam menegakan kedisiplinan masyarakat untuk ikut memutus mata rantai penularan virus korona.
Selain penggunaan masker, pendisiplinan di kawasan pasar juga menerapkan jaga jarak, serta penempatan tempat cuci tangan.
“Kami juga sudah memerintah petugas untuk semakin rutin melakukan penyemprotan cairan disinfektan di pasar-pasar tradisional. Kalau perlu, penyemprotan se hari dua kali,” imbuh Abdul Haris. (emy/foto: deny yunus)