BATULICIN, banuapost.co.id– Ketua DPRD Tanah Bumbu, H Supiansyah, mengapresiasi dua pengusaha di Bumi Bersujud itu, HI dan MHM, dalam membantu penyediaan alat rapid test.
Bahkan sejak pandemi Covid-19 menghantam Provinsi Kalsel, Kabupaten Tanah Bumbu lah salah satunya daerah yang paling banyak melakuan rapid test.
“Jadi jangan heran, banyak pula warganya yang terdeteksi terpapar Covid-19 saat ini. Meski rapid test sendiri bukan yang menentukan positif dan negatifnya seseorang terpapar Covid-19. Karena hasil rapid test hanya reaktif dan nonreaktif,” ujar H Upi, sapaan akrab politisi PDI-P itu, Selasa (26/5).
Rapid test massal yang dilakukan Pemkab Tanbu, lanjut H Upi, khususnya terhadap mereka yang masuk dalam daftar ODP dan PDP, selain dari Pemkab Tanbu dan bantuan Pemprov Kalsel, juga datang dari owner Jhonlin Baratama, H Syamsuddin, akrab disapa HI dan owner PT Batulicin 69 serta PT Maming 69, Mardani H Maming (MHM).
“Bantuan dari kedua owner perusahaan tambang tersebut, tentu sangat membantu Pemkab Tanbu dalam upaya mendeteksi rakyatnya terpapar atau tidak dengan Covid-19 ini,” tandas H Upi.
Seiring dengan bantuan dari owner perusahaan tambang itu, sambung H Upi, Pemkab Tanbu seharusnya lebih fokus membeli alat test swab atau PCR.
“Sebab dari alat inilah akan diketahui secara pasti seseorang terkonfirmasi positif terinfeksi atau tidaknya oleh virus mematikan itu,” jelas H Upi.
Selama ini, lanjut H Upi, test swab atau PCR yang dilakukan di laboratorium kesehatan di Banjarbaru, untuk mengetahui hasilnya cukup memakan waktu lama.
“Bahkan harus antri dengan 12 kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Kalsel. Padahal harga alat tersebut, tidak juga terlalu mahal,” ucapnya. (b2n/jak/foto: jam)