BATULICIN, banuapost.co.id– Cuaca ekstrem masih mengancam Tanah Bumbu. Selain curah hujan yang cukup tinggi, gelombang pasang air Laut, angin puting beliung dan tanah longsor harus diwaspadai.
Wanti-wanti akan bencana itu dikemukakan Kepala Pelaksana BPBD Tanah Bumbu, Eryanto Rais, yang diminta penjelasannya, Selasa (23/6).
Tingginya curah hujan akibat sirkulasi potensi pembentukan awan, menyebabkan wilayah komvergensi di beberapa wilayah terendam banjir
Seperti yang terjadi banjir di tujuh desa di Kecamatan Satui, Sungai Danau, Sinar Bulan, Jombang, Makmur Mulia, Sejahtra Mulai, Satui Barat dan Satui Timur.
“Meskipun banjir sudah mulai turun, tetapi tetap harus waspada dengan bencana yang lain, seperti gelombang pasang air Laut, angin puting beliung, karhutla, abrasi dan tanah longsor,” tandasnya.
Tal ditampik Eryanto, selama ancaman cuaca ekstrem ini, BPBD Tanbu selalu berkordinasi dengan Kodim 1022/Tnb, Polres, Fokofimda, Tim Mangala Agni dan relawan di setiap kecamatan dan desa.
Seperti diketahui terendamnya 7 desa di Kecamatan Satui itu, Bupati H Sudiannor sempat mengunjungi para korban bersama rombongan TNI Polri memberikan bantuan paket sembako dan obat-obatan.
Akibat musibah banjir tersebut, 108 jiwa dari 28 KK mengungsi, di antaranya di ruangan SMP 4 Satui Desa Sinar Bulan. (jack/foto: ist)