SAMPIT, banuapost.co.id– Badan jembatan lintas provinsi yang menghubungkan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Seruyan, tepatnya di Jl HM Arsyad Km 50, Desa Sei Ijum Raya, Mentaya Hilir Selatan (MHS), Samuda, ambrol.
Separo lebar aspal jalan di permukaan jembatan, sekitar 5 meter, meninggalkan lubang menganga. Ambrolnya jembatan terjadi Kamis (11/6) sore sekitar pukul 17:30 WIB, ketika warga desa sekitar sedang melaksanakan Salat Magrib.
Kepala Desa Sei Ijum Raya, M Samsul, yang diminta dikonfirmasinya via seluler, membenarkan ambrolnya jembatan yang selama ini jadi penghubung antara Kotimdan Kabupaten Seruyan.
“Beruntung ambrolnya jembatan tidak ada kendaraan melintas. Padahal kerusakanya cukup parah,” ujar kades yang belum se umur jagung dilantik.
Menurut Samsul, jembatan yang menyatu dengan aspal badan jalan provinsi itu, mungkin sudah waktunya diganti karena usianya yang memang sudah tua.
“Panjang jembatan itu sekitar 12 meter. Sementara jebol aspalnya panjang sekitar 5 meter dengan lebar kisaran r 4 meter, pas garis putih di tengah badan jembatan,” jelasnya.
Akibat kondisi jembatan dengan lubang menganga itu, pihak desa sudah memberitahukan ke Polsek setempat, serta memberikan tanda peringatan bahaya kepada pengguna jalan.
“Kita pasang lampu buat penerangan sekitar yang berlubang agar kendaraan baik dua maupun empat yang melintas lebih berhati-hati. Kalau truk yang membawa angkutan, kalau bisa jangan. Karena ambrolnya akan bertambah,” katanya. (um/foto: ist)