BANJARMASIN, banuapost.co.id– Banyaknya pasien virus korona di Kota Banjarmasin yang sudah menembus angka seribu, tepatnya 1.078 kasus, mengakibatkan ruang isolasi di rumah sakit rujukan over kapasitas.
Bahkan dengan jumlah ini, para pasien positif harus menjalani masa perawatan di ruang UGD. Karena masih menunggu antrian hasil uji swab negatif, akibat keterbatasan alat PCR.
Kondisi seperti ini, membuat Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin mengambil kebijakan akan memulangkan orang terkonfirmasi positif. Namun dengan catatan tidak mempunyai gejala klinis, meski belum keluar hasil swabnya.
Menurut Kadinkes Kota Banjarmasin, dr Machli Riyadi, kebijakan itu diambil karena dari pematauan tim medis, pasien yang didominasi warga Banjarmasin banyak tidak memiliki gejala klinis Covid-19. Tapi keberadaannya hanya menunggu hasil swab.
“Kalo tidak ada gejala, kenapa tidak di rumah karantina saja. Namun kami sudah berkomunikasi dengan pihak rumah sakit, dan prinsip dasarnya sesuai SOP. Yakni harus ada pernyataan dari dokter penanggungjawab pasien, pasien secara klinis sudah tidak perlu dirawat inap atau hanya menunggu hasil swab,” jelas dr Machli, Sabtu (20/6).
Begitupun jika kondisi rumah karantina juga kelebihan kapasitas, lanjut dr Machli, maka pasien positif Covid-19 juga akan dipulangkan untuk karantina mandiri di rumah.
“Kalau di rumah boleh melakukan isolasi mandiri. Tapi dengan catatan ada petugas melakukan visitasi, dan rumahnya layak untuk karantina sesuai dengan rekomendasi dari kemkes kalau memang Orang Tanpa Gejala (OTG),” katanya.
Sementara untuk karantina mandiri pasien positif di rumah, sambung dr Machli, tentunya ada aturan dan syarat yang harus di penuhi agar tidak menularkan kepada orang lain.
“Rumah itu memiliki ventilasi cukup, 14 persen dari luas lantai. Kemudian ada orang yang melayani dan sehat jasmani serta rohani, serta tidak ada lansia maupun bayi, serta dalam pantauan puskesmas,” imbuhnya.
Kebijakan tersebut, tambah dr Machli, sudah diterapkan dan berjalan sejak awal pekan lalu. Bahkan sudah dilakukan dengan memulangkan beberapa pasien.
“Sejak Senin tadi sudah diberlakukan. Di RS Ansari Saleh memulangkan empat orang, dan kemarin RSUD Sultan Suriansyah berencana memulangkan empat orang serta RSUD Ulin juga berencana mau memulangkan juga mereka yang tidak bergejala,” pungkas dr Machli. (emy/foto: deny yunus)