KOTABARU, banuapost.co.id– Meski tidak termasuk dalam 102 daerah di Indonesia yang diberi kewenangan oleh pemerintah pusat menerapkan tatanan kehidupan baru atau new normal, Kabupaten Kotabaru percaya diri untuk menerapkan masyarakat produktif, namun aman dari covid-19.
Padahal kebijakan new normal yang diberikan pemerintah pusat setelah menerima masukan dari kajian para pakar. Salah satunya belajar dengan peristiwa seratus tahun lalu di negara Spanyol.
Ketika pembatasan dicabut, sementara masyarakat Spanyol menyambutnya dengan suka cita, wabah gelombang kedua justru datang hingga menyebabkan kematian lebih besar dari gelombang pertama.
Peristiwa seperti inilah yang menjadi salah satu pertimbangan pemerintah pusat untuk tidak memberikan penerapan new normal kepada daerah yang angka terkonfirmasi positif masih cukup tinggi, termasuk Kabupaten Kotabaru misalnya.
Soal new normal yang akan diujicobakan Pemkab Kotabaru ini dikemukakan Bupati H Sayed Jafar ketika menyerahkan secara simbolis bantuan sembako ke warga dua kecamatan, Rabu (3/6).
“Pemkab Kotabaru melakukan upaya uji coba new normal. Insya Allah dilaksanakan di hari Jumat nanti, seperti di tempat-tempat ibadah sesuai dengan arahan Kementerian agama RI,” ujar Sayed.
Dalam uji coba ini, sambung bupati, protokol kesehatan tetap dilakukan, seperti menggunakan masker, cuci tangan, jaga jarak. Khusus di tempat ibadah, akan diadakan pemeriksaan suhu badan oleh petugas.
Sementara bantuan paket sembako untuk warga yang terdampak Covid-19 di dua kecamatan, masing-masing Pulau Laut Tengah sebanyak 404 paket untuk 7 desa, Pulau Laut Timur 829 paket bagi 14 desa.
Sayed tak menampik, sebelum pandemi Covid-19 berakhir, banyak warga yang terdampak dan sangat memerlukan bantuan.
“Karena itu, bantuan sembako ini harus benar-benar sampai kepada yang membutuhkan atau yang berhak menerimanya. Harapannya, semoga bantuan bisa meringankan beban masyarakat,” imbuh Sayed. (her/foto: ist)