BANJARMASIN, banuapost.co.id– Dilanjutkannya pilkada serentak 2020, Desember mendatang, Pemuda Muhammadiyah Kalsel mendorong pesta demokrasi lima tahunan itu berkualitas dan sehat. Mengingat pelaksanaanya di tengah pandemi Covid-19.
Hal itu diungkapkan dalam didiskusikan secara Webinar dengan tema: “Pilkada di Tengah Pandemi?”, Minggu (21/6). Narasumber diskusi ini dari unsur penyelenggara, pemerhati, dan tenaga kesehatan.
Webinar tersebut diikuti tidak kurang dari 200 peserta, berasal dari seluruh penjuru tanah air. Mulai dari Papua hingga daerah Sumatera, dan berlangsung kurang lebih 3 jam.
Menurut Nopriyadi Muluk, Wakil Ketua Bidang Politik, Hukum, dan Advokasi Pemuda Muhammadiyah Kalsel, sekaligus ketua pelaksana Webinar, pilkada yang telah diputuskan pemerintah harus didukung dan disukseskan bersama, meski di tengah pandemi.
“Pilkada di tengah pandemi, mengharuskan ada perubahan regulasi dan kerangka hukum yang adaptif, serta dengan protokol kesehatan Covid-19,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Nopriyadi, pelaksanaan pilkada dalam kondisi pandemik, hendaknya tidak mengurangi kualitasnya, terutama partisipasi masyarakat. Sehingga dapat menghasilkan Kepala Daerah terbaik.
Sementara Ketua Pemuda Muhammadiyah Kalsel, Meldy, yang juga sebagai narasumber dalam webinar, t menekankan akan pentingnya keselamatan rakyat sebagai prinsip utama dari demokrasi.
“Pilkada di tengah pandemi harus benar-benar sesuai protokol kesehatan Covid-19 yang ketat, baik penyelenggara, peserta, dan pemilih, harus disiplin” lanjut dokter spesialis penyakit dalam RSUD Ulin Banjarmasin tersebut.
Karena pilkada yang sehat, sambung Meldy, harus menjadi komitmen bersama, atas dasar nilai-nilai kemanusiaan. (yb/*/foto: ist)