JAKARTA, banuapost.co.id– Lagi-lagi pasien terkonfirmasi positif teiinfeksi virus korona di Indonesia kian ‘bengkak’. Sepanjang Kamis (11/6) hingga pukul 12:00 WIB, terakumulasi 35.295 kasus, setelah ada penambahan 979 kasus baru.
Dari 979 kasus baru ini, sebagaimana data yang dilansir dari situs covid19.go.id, Provinsi Kalsel bertengger di peringkat ke-4 sebagai penyumbang dengan 69 kasus. Peringkat pertama Jawa Timur: 297, disusul Sulawesi Selatan: 141, dan DKI Jakarta dengan 128 kasus baru.
Dari jumlah 35.295 kasus itu, 12.636 orang sembuh. Sementara 2.000 lainnya, meninggal dunia.
“Total pasien sembuh menjadi 12.636, atau bertambah 507 kasus. Sementara angka paien meninggal dunia mengalami penambahan 41 orang, sehingga total menjadi 2.000 kasus,” jelas juru bicara pemerintah terkait penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, di kanal Youtube BNPB, Kamis (11/6) sore.
Menurut Yuri, sapaan akrab Dirjen Pemberantasan Penyakit Kemenkes RI itu. spesimen lebih banyak didapatkan karena contact tracing dilakukan secara agresif. Sebagian kasus yang terkonfirmasi positif adalah merupakan orang yang tanpa gejala.

“Sebagian besar kasus yang kita temukan dari contact tracing dan positif adalah kasus yang tanpa gejala atau dengan gejala minimal dan dipersepsikan yang bersangkutan tidak mengalami gejala sakit apa pun. Inilah pentingnya kasus ini harus segara kita edukasi untuk bisa melaksanakan isolasi mandiri kalau tidak akan menjadi penularan di masyarakat,” tandas Yuri.
Sebelumnya, Rabu (10/6), jumlah akumulatif kasus positif berada di angka 34.316, dengan 12.129 di antaranya sembuh, dan 1.959 meninggal.
Berikut sebaran 979 kasus baru di 10 provinsi: Jawa Timur: 297, Sulawesi Selatan: 141, DKI Jakarta: 128, Kalimantan Selatan: 69, Sumatera Utara: 45, Jawa Barat: 44, Maluku Utara: 36, Sulawesi Utara: 33, Banten 24, dan Jawa Tengah: 19 kasus. (yb/foto: ist)