PELAIHARI, banuapost.co.id– Dalam upaya menekan kenaikan harga gula pasir di tengah pandemi Covid-19, Pemkab Tala selain menggelar operasi pasar, Kamis (4/6), juga memasok 30 ton ke berbagai wilayah.
Menurut Bupati Tala H Sukamta, yang di dampingi Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Perdagangan Tala H Syahrian Nurdin di Balai Desa Tajau Pecah, pemerintah memasok total 30 ton gula dengan harga Rp 12.500 per kilogram.
Dari 30 ton itu, 2,5 ton di antaranya diserahkan secara simbolis kepada masing-masing camat, yaitu Camat Batu Ampar, Camat Jorong dan Sekretaris Camat Kintap.
“Inilah usaha pemerintah daerah dalam membantu rakyatnya. Jadi ulun bersama jajaran pemerinah daerah akan terus berusaha keras untuk meringankan beban masyarakat,” katanya.
Harga normal gula pasir saat ini, lanjut Kamta, berkisar Rp 17.500 hingga Rp 19.000 per kilogram. Sehingga dengan harga Rp 12.500 pe kilogramnya, lebih hemat sekitar Rp 5 ribu per kilogram.
Selain gula pasir, menueut Kamta, akan ada operasi pasar gas elpiji 3 kilogram atau gas melon yang diadakan secara bergilir di 11 kecamatan. Sebanyak 560 gas elpiji per kecamatan akan dijual dengan harga Rp 19.000 per tabung.
Selain operasi pasar gula pasir, Sukamta melakukan penyerahan secara simbolis BLT-DD tahap dua kepada 152 KK masyarakat Desa Tajau Pecah.
Dalam kesempatan tersebut, Sukamta memberikan apresiasi kepada para kepala desa di Kecamatan Batu Ampar yang sudah merealisasikan BLT-DD tahap ke dua.
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan perhatian dari Camat dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) serta kepala desa yang dapat langsung mencairkan BLT-DD. (zkl/foto: ist)