TANJUNG, banuapost.co.id– Seiring dengan terkonfirmasi positif terinfeksi virus korona seorang dokter asal Tabalong, TGTP2 Covid-19 setempat melakukan tracking terhadap orang yang kontak erat dengan pasien tersebut.
Dari tracking, didapati 9 orang yang pernah kontak erat dengan pasien positif Covid-19 baru, hingga langsung dilakukan rapid test.
Menurut Juru Bicara TGTP2 Tabalong, dr Taufiqurrahman Hamdie, hasil rapid test 9 kepada Orang Tanpa Gejala (OTG) tersebut, hasilnya non reaktif.
“Meski non reaktif ke sembilan OTG tersebut tetap diharuskan menjalani isolasi mandiri,” ujarnya kepada wartawan. Selasa (2/6).
Kondisi kesehatan ke-9 OTG pun tetap terus dipantau hingga mengakhiri masa karantinanya.
Sementara kondisi pasien positif Covid-19 yang akan bertugas sebagai dokter internship di RSUD Hasan Basan Basri Kandangan, masih menjalani perawatan.
Terkait dimana dokter muda tersebut tertular, menurut Taufiq yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur RSUD H Badaruddin Kasim, akan terus dilakukan penelusuran.
“Kita masih menyelidiki tempat asal dokter muda ini tertular Covid-19,” tandasnya.
Di Kabupaten Tabalong hingga Selasa (2/6) pukul 16:00 Wita, terdata lima Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dengan rincian tiga mendapat perawatan di unit penanganan khusus Covid-19 Tabalong, dan 2 lainnya di RS Pertamina, Murung Pudak. Sedang ODP, sebanyak 15 orang.
“Ke-lima PDP ini tidak ada kaitannya dengan pasien positif korona yang saat ini mendapat perawatan di RSUD Hasan Basri Kandangan,” tegas Taufiq. (sal/foto: ist)