SAMPIT, banuapost.co.id– Pelayanan setrum dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Sampit, dikeluhkan Camat Pulau Hanaut, H Eddy Mashami.
Pasalnya, listrik selain merupakan kebutuhan pokok masyarakat di 14 Desa di kecamatan tersebut, gangguannya seperti sengaja dibiarkan.
“Kami sampaikan kepada Bapak Bupati, listrik di Kecamatan Pulau Hanaut sering padam. Selain hampir setiap hari, matinya pun juga tak menentu,” ujar camat pada acara peresmian peletakan batu pertama pembangunan dermaga di Desa Bapiang Hulu, kemaren.
Meskipun keluhan selalu disampaikan, lanjut H Eddy, baik oleh warga secara lisan maupun dalam setiap pertemuan di balai desa melalui musrenbangdes serta musrenbang, tak kunjung ada perbaikan.
“Jadi intinya, pihak PLN Rayon Sampit sepertinya kurang keseriusan dalam penanganan,” tegas camat.
Padahal selama ini, sambung H Eddy, banyak peralatan elektronik masyarakat, baik rumah tangga, perusahaan swasta maupun kantor pemerintahan, rusak akibat mati yang tidak beraturan.
Menurut H Eddy, gangguan ini terjadi sejak dirinya menjabat sebagai camat 2017. Semenjak itu juga tidak pernah ada perbaikan dari PLN Rayon Sampit.
“Bahkan setiap hari mengalami gangguan. Turun voltase hingga ke 140. Terkadang mati lampu sampai tiga hari. Karena itu harapan kami ke depan, aliran listik bisa normal kembali,” pintanya. (um/foto: ist)