TANJUNG, banuapost.co.id – Masyarakat Desa Muara Uya, khususnya RT 01 sampai RT 11, mengeluhkan gelapnya jalan akibat tidak berfungsinya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).
Padamnya lampu di sepanjang jalan desa itu, sudah berlangsung lama. Bahkan sudah tahunan. Akibatnya, membuat daerah tersebut rawan kecelakaan dan tindak kriminal.
Terlebih yang dekat pemukiman. Karena warga masih banyak berjalan kaki di sisi jalan. Sehingga dengan tidak adanya PJU, bisa menimbulkan kecelakaan.
Ada juga PJU yang hanya tiangnya, setelah travo yang diperbaiki tidak pernah dipasang lagi. Padahal soal gelap gulitanya jalan desa ini, sudah juga dilaporkan ke pihak terkait.
Sementara Ketua RT 11 Desa Muara Uya, Kecamatan Muara Uya, Tabalong, Husni, ketika dikonfirmasi, membenarkan lampu PJU di wilayahnya banyak yang tidak berfungsi.
“Padamnya lampu PJU ini tidak hanya terjadi di RT 11, tapi juga di RT 1 sampai 10. Jumlahnya sekitar 45 buah,” jelasnya Ahad (19/7).
Kalau di daerah pemukiman, lanjut Husni, masih terbilang ada penerangan dari lampu rumah warga walaupun masih tetap gelap. Namun yang terparah di wilayah RT 7, karena dekat dengan perempatan.
Menurut Husni, tidak berfungsinya PJU ini bukan baru. Namun ada yang sudah setahun yang lalu. Karena itu diharapkan segera ada tindakan dari pihak terkait.
“Karena dengan kondisi jalan yang gelap, tentu akan menjadi berbahaya, baik lakalantas maupun tindak kriminal,” ujarnya.
Terpisah, Kabid Kawasan Permukiman dan PSU Dinas Perkim Kabupaten Tabalong, Erfin Nirza, mengaku sudah mendapat laporan dari warga.
“Kita akan segera menindaklanjuti laporan warga ini, dengan segera melakukan survey ke lapangan,” katanya.
Menurut Erfin, kalau memang terjadi kerusakan pada rumah lampunya atau hanya lampunya yang sudah putus, maka petugas akan segera melakukan penggantian.
Karena lampu-lampu jalan ini kerusakannya diakibatkan banyak hal. Ada karena petir, usia lampu, dahan-dahan pohon dan benerapa penyebab kerusakan lainnya.
Terkadang kalau terjadi padam yang masif, atau dalam jumlah besar, bisa diakibatkan panel kontrolnya. Bisa juga ada short pada jalur, sehingga NCB pada panel secara otomatis mematikan arusnya.
“Insyaallah, besok petugas di lapangan akan segera melakukan pengecekan,” imbuhnya. (sal/foto: ist)