BARABAI, banuapost.co.id– Salah satu obyek wisata di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), minta korban jiwa. Kali ini M Fawas (12), warga Komplek Murakata Indah, Desa Mandingin, Kecamatan Barabai.
Pelajar itu tenggelam di wisata Sungai Manggasang, Desa Hantakan RT 01/01, Kecamatan Hantakan, Jumat (21/8) sore kisaran pukul 17:00 Wita.
Menurut informasi yang dihimpun, sebelum musibah terjadi, korban bersama sang ayah, M Nurhadi, mandi di sungai tersebut di tempat yang agak dalam.
Korban pada saat mandi, sambil bermain melompat dari tepian batu sungai yang agak tinggi ke bagian sungai agak dalam sebatas dada orang dewasa.
Sempat beberapa kali melompat, setelahnya tak terlihat lagi muncul ke permukaan. Sementara sang ayah, mencari-cari di sekitarnya.
“Selang beberapa menit dicari, sekitar 1,5 meter korban terlihat mengapung ke permukaan,” ujar saksi M Ardani.
Menyaksikan sang anak mengapung, M Nurhadi langsung berteriak meminta tolong, hingga mengundang pengunjung berdatangan.
Korban diangkat ke tepi sungai dan diberikan pertolongan dengan menekan-nekan dada. Karena tak kunjung sadar, korban dibawa ke Puskesmas Kecamatan Hantakan yang kemudian dirujuk ke RS Damanhuri Barabai.
Setelah diberi pertolongan medis, sekitar pukul 18:15 Wita, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Sementara informasi lain yang diperoleh menyebutkan, obyek wisata Manggasang hingga sekarang ini belum memiliki ijin dari pemerintah daerah setempat, termasuk dari dinas pariwisata dalam pengelolaanya.
Sehingga selain tidak ada tanda atau rambu lokasi sungai yang aman untuk anak-anak, juga tidak ada petugas pengawas atau penjaga bagi pengunjung yang sedang berenang. (yb/*/foto: ist)