PELAIHARI, banuapost.co.id– Menyambut HUT ke-75 TNI, jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 1009/Pelaihari, mengadakan bakti sosial berupa donor darah di Markas PMI Tanah Laut, Jumat (18/9).
Ikut dalam aksi donor darah, anggota Polres Tala, Dinas Perhubungan, Senkom dan beberapa pegawai SKPD lingkungan Pemkab Tala.
Tak hanya donor darah, di HUT ke-75 TNI yang mengusung tema: “Sinergi untuk Negeri”, jajaran kodim juga mengisinya dengan kegiatan yang dapat dirasakan langsung masyarakat, bedah rumah dan perbaikan mushola.
Hasil bedah rumah dan perbaikan mushola, rencananya akan diserahkan kepada masyarakat sebelum 5 Oktober 2020.
Menurut Dandim 1009/Pelaihari, Letkol Inf Adi Yoga Susetyo, peringatan HUT ke-75 TNI yang bertepatan dengan masih berlangsungnya pandemi korona akan dititik-beratkan pada kegiatan sosial yang dapat dirasakan langsung masyarakat.
“Sesuai dengan tema HUT: ‘Sinergi untuk Negeri’, jajaran Kodim 1009/Pelaihari mengisinya dengan kegiatan-kegiatan bakti sosial,” ujar Letkol Adi Yoga yang diminta penjelasannya usai menunaikan Salat Jumat.
“Kami menyadari, saat pandemi korona seperti saat ini, PMI akan kekurangan stok darah. Selain penggunaan yang meningkat, juga banyak calon pendonor yang takut terpapar Covid-19,” imbuh dandim.
Berdasarkan catatan, calon pendonor darah terdapat 52 orang. Namun sebagian ternyata tidak dapat diambil dengan berbagai alasan. Meski demikian, pada donor darah kali ini terkumpul 30 kantong berbagai golongan.
Sementara, Ketua PMI Tala, Syahrian Nurdin, mengaku sangat terbantu dengan adanya bakti sosial donor darah HUT TNI. Karena dalam beberapa minggu terakhir, stok darah di PMI Tala hanya sekitar 30 kantong.
“Kami bersyukur dengan adanya kegiatan donor darah ini. Persedian darah di PMI Tala bertambah, sebelumnya hanya tinggal 31 kantong,” jelas Syahrian.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Perdagangan Tala ini, mengaku berupaya semaksimal mungkin mencukupi persediaan darah untuk warga Tala.
“Kami berupaya semaksimal mungkin agar persediaan darah tetap stabil. Namun di tengah pandemi korona, banyak warga yang ragu-ragu untuk mendonorkan darahnya,” katanya.
Sebelumnya, Ketua PMI Tala ini juga mengaku kesulitan melakukan donor darah mobile atau keliling. Karena tidak memiliki mobil untuk kegiatan tranfusi darah.
Oleh sebab itu, Syahrian berharap dalam beberapa tahun ke depan PMI Tala sudah memiliki mobil untuk melakukan kegiatan donor darah keliling sampai ke pelosok pedesaan. (zkl/foto: zul yunus)