BANJARMASIN, banuapost.co.id– Bahu membahu dilakukan institusi keamanan di daerah ini dalam mengantisipasi munculnya potensi rusuh di unjuk rasa (unras) mahasiswa yang menolak omnibus Law, UU Cipta Kerja.
Jika sebagian besar berjaga di depan Rumah Rakyat Kalsel, kantor anggota dewan terhormat di kawasan Jl Lambung Mangkurat, Banjarmasin Tengah, sebaliknya di perairan pengamanan juga dilakukan tim gabungan.
Terdiri dari personel Pangkalan TNI AL (Lanal) Banjarmasin, Satpolairud Polres Kota Banjarmasin dan Ditpolair Polda Kalsel, pengamanan di Sungai Martapura dilakukan sejak Kamis (15/10) hingga Jumat (16/10) subuh pukul 05:00 Wita, selesai pendemo membubarkan diri.
“Tujuan dilaksanakan pengamanan di kawasan perairan ini, untuk mengantisipasi munculnya kerawanan-kerawanan, seperti adanya massa penyusup yang membawa barang berbahaya,” ujar salah satu perwira yang ikut dalam giat.
Selain itu, sambung perwira tersebut, antisipasi pergerakan massa mendadak melalui sungai, adanya kecelakaan di air.
“Dengan keberadaan tim gabungan dalam pengamanan di perairan ini, sehingga bisa teratasi dengan cepat untuk memberikan pertolongan,” jelasnya. (yb/*/foto: ist)