JAKARTA, banuapost.co.id– Menindaklanjuti Memorandum of Understanding (MoU) Agustus lalu di Banjarmasin, Bank Kalsel dan PT MNC Guna Usaha Indonesia (MNC GUI) teken perjanjian kredit modal kerja di Financial Tower MNC Group, Jakarta, Senin (26/10).
Sebesar Rp100 miliar disetorkan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) ke perusahaan multinasional yang bergerak di bidang media, finansial, properti, sumber daya alam, dan transportasi tersebut.
Penandatangan perjanjian dilakukan langsung Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabarrudin, dan Paulus Cholot Janala selaku Direktur Utama PT MNC GUI.
Turut mendampingi Kepala Divisi Kredit, Marthin Jonathan Lumingkewas dan Kepala Bank Kalsel Kantor Cabang Jakarta, Andhy Andriawan.
Menurut Agus, Bank Kalsel memiliki visi menjadi bank yang kuat, kompetitif dan berkontribusi untuk mendorong pembangunan ekonomi nasional.
Tentunya pembiayaan yang diberikan, relevan dengan misi tersebut. Dimana kredit modal kerja nantinya akan memberikan dampak yang luas, khususnya pada bidang kesehatan dalam mendukung program pemerintah untuk penanganan pandemi Covid-19.
“Karena itu diharapkan, pembiayaan ini dapat berkontribusi terhadap pengembangan infrastruktur kesehatan nasional pada umumnya, dan di Kalimantan Selatan pada khususnya,” tandas Agus.
Sementara Paulus Cholot Janala optimis pembiayaan alat-alat kesehatan masih positif dan terus tumbuh, di samping mempertahankan pasar yang sudah cukup stabil yaitu pembiayaan alat-alat berat.
“Saat ini kebutuhan untuk alat-alat kesehatan sangat tinggi, khususnya untuk mendukung program pemerintah untuk penanganan pandemi Covid-19,” jelas Paulus.
Sedang Henri Gunawan, Direktur Keuangan PT MNC GUI yang juga hadir, mengaku optimis meski pembiayaan pada 2020 tidak sebaik tahun-tahun sebelumnya.
“Tetapi kinerja MNC GUI masih cukup baik, karena sebagian besar pembiayaanya di sektor produktif dengan segmen nasabah korporasi,” katanya.
Bahkan saat ini, sambung Henri, PT MNC GUI tengah menjajaki kemungkinan pendanaan dari beberapa bank lokal maupun bank asing, dan terus mencari cost of fund yang kompetitif untuk dapat bersaing di pasar pembiayaan.
“Dengan masih mendapatkan komitmen pendanaan dari Bank Kalsel di tengah situasi seperti ini, artinya kinerja kami masih sangat baik dinilai perbankan,” ucapnya.
Seperti diketahui, di tengah pandemi Covid-19, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai Risk Based Bank Rating (RBBR) Bank Kalsel per Juni 2020 berada pada Peringkat Komposit 2 (PK-2). Ini mencerminkan kondisi bank secara umum sehat.
Sedang PT MNC GUI sendiri di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil, masih dapat menyalurkan pembiayaan dan terus melakukan ekspansi bisnis, khususnya ke pembiayaan alat-alat kesehatan. (yb/foto: ist)