SAMPIT, banuapost.co.id– Ratusan hektare tanaman palawija di Trans Desa Handil Sohor, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), Kotawaringin Timur ( Kotim), terancam gagal panen akibat terendam. Bahkan petaninya mengalami kerugian kisaran Rp 4 miliar.
Banjir akibat curah hujan deras selama tiga hari, sejak Kamis (1/10) hingga Sabtu (3/10), membuat wilayah selatan Kotim, khususnya MHS, terendam dan masih bertahan hingga sekarang.
Satimin, warga Trans Desa Handil Sohor yang tinggal di RT 10, menuturkan, rumah tinggalnya sebagian masuk air. Sedang ketinggian air di perkebunan palawija mencapai 1 meter.
“Semua tanaman daun bawang sekitar 1/2 hektare terendam dan rusak,” ujarnya, Senin (5/10).
Ketua Gapoktan Handil Damai, Martono, mengatakan, ada 10 kelompok tani yang berkebun khusus tanaman palawaija. Rata- rata anggota poktan ada 25 orang.
“Luasan lahan yang digarap poktan sekitar 100-an hectare. Jumlah anggota tani bertanam sekitar 170 orang,” jelasnya.
Menurut Martono, akibat derasnya hujan menyebabkan daerah kawasan pertanian palawija banjir sejak Jumat (2/10) pagi hingga mencapai 1 meter lebih.
“Jenis tanaman sayuran yang banyak ditanam bawang perei, ada sekitar 30 hektare semua rusak terendam,” katanya.
Selain tanaman holtikultura lainnya yang juga turut terendam dan juga rusak, seperti, tomat, lombok, terong, ubi, singkong, jagung, timun, daun selendri, jahe, kunyit dan kencur, semua membusuk.
“Kalau kita kalkulasi kerugian para petani disini, mencapai Rp 4 miliar. Itu bisa terbaca saat normalnya pengiriman barang setiap harinya mencapai 2,5 ton,” imbuhnya.
Sementara Kepala Desa Handil Sohor, M Yusuf, membenarkan penduduknya yang berdiam di kawasan trans mengalami kebanjiran akibat alam.
Desa yang sering menyuplai sayur mayur ke pasar Samuda maupun Kota Sampit, menjadi terganggu akibat faktor alam tersebut.
“Kerusakan tanaman poktan sudah kita laporkan ke kabupaten melalui dinas dan instansi terkait,” kata kades yang baru dilantik Juni lalu.
Menurutnya, penduduk yang tinggal di Trans dan Simpang Pamurus, berjumlah 200 Kepala Keluarga (KK). Sementara akses menuju kesana, tidak bisa dilewati kendaraan baik roda dua maupun empat karena tingginya air.
“Kedalaman air sekitar Masjid Trans mencapai 80 centimeter. Jadi warga yang rumahnya di darat masjid kalau naik kendaraan juga tidak bisa, karena air masih tinggi,” ujar Kades.
Pantauan di lapangan, banjir tidak hanya melanda Desa Handil Sohor. Tapi juga Desa Jaya Karet, Basirih Hulu, Jaya Kelapa, akibat meluapnya anak sungai.
Begitu juga rumah-rumah penduduk dan kawasan rendah poros jalan Provinsi Kotim-Seruyan, sekitar Km 41 dekat kantor Kecamatan Samuda, turut tergenang. (um/foto; ist)