BANJARMASIN, banuapost.co.id– Pendidikan, ekonomi, sosial, keagamaan dan kebudayaan, jadi bahasan dalam debat sesi kedua yang menghadirkan calon Wakil Gubernur Kalsel, H Muhidin dan Difriadi Drajat.
Debat digelar KPU Kalsel Rabu (18/11) malam di studio TVRI, dipandu jurnalis TV swasta, Nanik Hayati, berlangsung selama dua jam, dibagi dalam tujuh segmen.
Kasus penyalahgunaan narkotika, menjadi pembahasan untuk tema sosial. Kedua cagub ditanya langkah pemberantasanya.
Menurut cagub nomor urut nomor 1, H Muhidin, salah satu langkah pencegahanya dengan mengajak tokok agama dan masyarakat. Menyadarkan pentingnya menjauhi dan ikut memberantas penyalahgunaan narkoba.
Kemudian peran serta dinas kesehatan juga tak kalah penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahayanya.
“Peran ulama sangat penting untuk ikut menyadarkan masyarakat. Khususnya kaum muda untuk menjauhi narkoba,” ujar mantan Wali Kota Banjarmasin ini.
Sedangkan menurut cagub nomor urut 2, Difriadi Drajat, upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba perlu cara terstruktur, masif dan sistematis. Karena narkoba merupakan kejahatan luar biasa yang harus ditangani dengan cara yang luar biasa juga.
“Kami akan mengalokasikan dana APBD untuk upaya pemberantasan narkoba ini,” ujar Difri.
Kemudian, sambungnya, perlu peran semua pihak termasuk unsur muspida hingga ke tingkat lurah dan desa.
“Sebagai langkah awal, pemimpin daerah harus bebas dari narkoba lebih dulu. Baru memberantas penyalahgunaan narkoba di masyarakat,” ujarnya.
Pada sesi terakhir, kedua cagub diberi kesempatan untuk saling bertanya dan menanggapi. Muhidin menanyakan kepada Difriadi bagaimana caranya mengatasi perselisihan dirinya sebagai wakil gubernur dengan gubernur bila terpilih nanti.
Sedang Difriadi bertanya kepada Muhidin tentang mengatasi kesenjangan ekonomi di masyarakat. Sebagai penutup, kedua cagub diberi kesempatan menyampaikan pernyataan penutup. (emy/foto: deny yunus)