SAMPIT, banuapost.co.id– Hanya selang se hari, kasus penyebab tewasnya Ny Cahaya (66), warga Gg Beringin, Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kotim, Jumat (30/10) subuh, akhirnya terungkap. Selain dirampok, korban juga dihabisi untuk menghilangkan jejak.
Pelakunya, Wah (57), warga Jl Masjid Fathul Jannah RT 26, Kelurahan Baamang Tengah, yang juga kerabat korban, diringus tim gabungan Satreskrim Polres Kotim dan Resmob Polda Kalteng di kawasan Kelurahan Sebabi, Kecamatan Telawang, Kotim, Sabtu (31/10).
Hubungan kerabatan karena mendiang suami korban bersepupu dengan istri pelaku. Jadi bertandang ke rumah korban, sudah hal biasa.
Datang ke rumah kali ini bermaksud ingin berbisnis buah kelapa. Namun melihat tangan kiri dan kanan serta di leher korban menguning perhiasan, Idin, sapaannya, jadi ‘silau’. Niat jahat pun muncul. Apalagi di tengah pandemi yang serba sulit binti susah perekomian ini.
“Beberapa hari sebelum kejadian, Selasa (27/10) korban dan pelaku sempat bertemu untuk membicarakan bisnis kelapa muda. Namun karena korban hanya menjual kelapa tua, rencana bisnis pun batal,” jelas Kapolres Kotim, AKBP Abdoel Harris Jakin, kepada awak media, Senin (2/11).
Kecewa bisnis tak jadi, rupanya Idin yang se hari-harinya penjual es kelapa muda, tegiur dengan perhiasan yang dipakai korban. Sehingga terbesit bagaimana supaya kilauan emas menjadi duit, terlebih tengah kesulitan ekonomi. Dirampoklah cara paling cepat.
Sehari sebelum beraksi, Kamis (29/10), Idin seharian penuh berada di sekitaran rumah. Bahkan sempat terlihat warga duduk-duduk di seberang rumah korban pada sore hari.
“Ternyata pelaku sedang memperhatikan dan memastikan apakah korban tinggal sendiri atau ada keluarganya yang lain,” ujar kapolres.
Jelang Magrib, pelaku pindah kebagian belakang rumah korban. Masuk dengan merusak pagar kayu, pelaku menunggu korban keluar hingga dini hari.
Saat korban keluar membuka pintu dapur untuk mengambil air wudhu, pelaku membekapnya dengan kain. Namun karena korban berontak, kain terlepas. Tak ingin wajah dikenali, pelaku mencekik korban hingga terjatuh.
“Pada saat terjatuh, korban sempat berteriak minta tolong. Ada beberapa warga yang mendengar. Karena suara tidak terlalu jelas menyebabkan tak ada satu yang datang.” imbuh AKBP Abdoel Harris Jakin.
Akibat cekikan, korban tak bergerak. Namun untuk memastikan tak hidup, pelaku memukul bagian belakang kepala korban dengan potongan besi sebanyakan dua kali.
“Benar-benar sudah tidak bergerak, barulah pelaku mengambil semua perhiasan korban,” ucap kaplores membeberkan kronologis kasus yang sempat menggegerkan warga Baamang, setelah melakukan pemeriksaan terhadap pelakunya.
Paginya usai menjarah, sambung kapolres, pelaku menjual sebagian perhiasan ke salah satu toko emas di Pasar PPM Sampit. Menghilangkan jejak dengan uang hasil jarahan, pergi ke Kelurahan Sebabi, Kecamatan Telawang, Kotim, hingga akhirnya dibekuk. (um/foto: ist)