BANJARMASIN, banuapost.co.id– Dimana pun tempatnya, bagaimanapun kondisinya, pelaksanaan salah satu rukun Islam, yakni salat, tak pernah dilewatkan seorang H Sahbirin Noor.
Sejenak menghadap ke sang pencipta alam semesta dan pemilik kehidupan, bagi Paman Birin, sapaan akrabnya, seperti juga dalam rukun Islam bagi seorang muslim, wajib hukumnya.
Padahal di tengah padatnya aktivitas berkampanye untuk kembali meyakinkan rakyat Kalsel dalam menentukan pilihan 9 Desember mendatang,
Sampai waktunya, bersama rombongan pun harus mampir di mushala atau masjid terdekat untuk menunaikan kewajiban.
Seperti saat sosialisasi di salah satu pinggiran Kota Banjarmasin, baru-baru tadi, Paman Birin menghentikan perjalanan dengan motor roda duanya.
Kebetulan di sana ada sebuah mushala milik warga. Sementara waktu telah menunjukkan pukul 12:30 Wita, saatnya Salat Dzuhur .
Satu per satu mereka mengambil air wudhu. Sesaat kemudian, ibadah wajib ditunaikan. Paman Birin bertindak sebagai imam dengan jemaah rombongan kecil itu.
Usai berdoa, barulah mereka melanjutkan aktivitas. Biasanya berhenti saat tengah hari itu, rombongan juga mampir di warung terdekat. Untuk makan siang, walau menu seadanya.
“Salat lima waktu itu wajib hukumnya. Sebagai muslim, meski dalam kondisi apa pun, termasuk dalam perjalanan, jangan sampai salat ditinggalkan,” ujar Paman Birin berpesan.
Pasangan hidup Hj Raudatul Jannah ini juga sering mengingatkan kepada rombongan timnya yang selalu setia mendampingi, agar tak meninggalkan salat.
“Berdosa besar jika meninggalkan salat yang lima waktu,” tandasnya. (yb/*/foto: ist)