BANJARMASIN, banuapost.co.id– Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel nomor urut 01, H Sahbirin Noor-H Muhidin (BirinMu), memprioritaskan pembangunan jalan bebas hambatan Banjarbaru ke Batulicin.
Tak hanya bebas hambatan sebagai upaya mewujudkan Kalsel sebagai pintu gerbang Ibu Kota Negara ( IKN) di Kaltim, tapi juga beberapa rencana pembangunan jalan untuk mendukung sektor pariwisata.
“Seperti di kawasan Loksado, Hulu Sungai Selatan, Angsana, Tanah Bumbu, Mandin Mangapan, Kiram, dan Tahura, Kabupaten Banjar,” ujar H Sahbirin Noor, belum lama ini.
Begitupun dengan pembangunan jembatan Kotabaru yang menghubungkan dengan Tanah Bumbu, juga kembali digulirkan.
“Infrastruktur ini strategis, karena berfungsi sebagai konektivitas antara kawasan industri Batulicin di Tanah Bumbu dan kawasan ekonomi khusus Mekar Putih di Kotabaru. Apalagi dengan kehadiran IKN di Kaltim, nilai strategisnya semakin tinggi,” jelas Paman Birin, sapaan familarnya.
Selain itu, preservasi Jalan Simpang Handil Bakti (Simpang Serapat) – Km 17 (By Pass Banjarmasin), saat ini sedang berjalan. Seperti pelebaran jalan menuju standar, preservasi rekonstruksi, rehabilitasi jalan, pemeliharaan rutin, penanganan drainase, trotoar, dan fasilitas keselamatan jalan.
Walau pembangunan jalan nasional Simpang Handil Bakti – Kilometer 17 yang dilaksanakan pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR, pemerintah provinsi berperan aktif dan turut serta dalam melakukan pembebasan lahan.
Untuk mendukung proyek strategis nasional, yaitu Bandara Syamsudin Noor, menurut Paman Birin, Pemprov Kalsel mendukung kegiatan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan yang akan dilaksanakan pemerintah pusat.
“Jika kita dibilang tidak bekerja dengan baik, itu salah besar. Banyak proyek infrastruktur yang justru kini dirasakan manfaatnya,” tegasnya.
Seperti pembangunan Jembatan Sungai Lulut, sambung Paman Birin, masalah kawasan di perbatasan Banjarmasin–Kabupaten Banjar itu selama ini menjadi sumber kemacetan.
Karena jembatan yang ada, tidak layak dan sempit. Pemprov kemudian membangun ulang jembatan dengan lebar 12 meter dan panjang 33,65 meter dengan badan jalan diaspal. Awalnya jembatan kayu ulin, kini sudah beton. Macet tak terjadi lagi.
Kemudian pembangunan Jembatan Pendidikan Sekumpul dengan total lebar 10 meter dan panjang 26, meter. Jembatan ini juga untuk mengurai macet yang sering terjadi pada peringtan haul KH Zaini Ghani atau Guru Sekumpul setiap tahunnya.
Pekerjaan lain yang sedang dituntaskan, imbuh Paman Birin, peningkatan Jalan Lingkar Dalam Selatan, pembangunan jalan alternatif Makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dengan panjang total rencana jalan 5,2 km dan lebar 20 meter. Realisasinya sudah sepanjang 500 meter. Juga pembangunan jembatan di Loksado sepanjang 30,590 meter dan total lebar 8 meter dengan permukaan jalan di aspal.
Di Kabupaten Balangan, baru dirampungkan pekerjaan pengaspalan jalan sepanjang 4,5 kilometer atau 4.500 meter di sepanjang Kecamatan Lampihong dan Paringin.
“Diharapkan dengan pengaspalan jalan, dapat memberikan kenyamanan pengguna jalan, sekaligus dapat memberikan kelancaran dan kemudahan bagi lalulintas perekonomian masyarakat,” ucapnya.
Begitupun di Kabupaten Hulu Sungai Utara, juga dirampungkan dua pekerjaan tahun anggaran 2020. Yaitu rehabilitasi jalan antara Desa Banjang-Pulau Nyiur. Selain itu, pelebaran jalan Muara Tapus- Nagara, Hulu Sungai Selatan, juga diselesaikan.
“Alhamdulilah, kondisi jalan yang layak dilewati jauh lebih besar dibanding yang rusak. Ini berkat kawan-kawan di PUPR Kalsel bekerja dengan baik,” pungkas Paman Birin. (yb/*/foto: ist)
.