JAKARTA, banuapost.co.id– Presiden Joko Widodo alokasikan 5.000 vaksin Covid-19 untuk awak media. Pelaksanaan vaksinasinya akhir Februari sampai awal Maret mendatang.
“Saya yakin banyak awak media yang sudah ingin divaksin. Tadi saya sudah bisik-bisik ke Ketua Dewan Pers. untuk awak media sudah kita siapkan kira-kira 5.000,” ujar Kepala Negara dalam sambutan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 dari Istana Negara, Selasa (9/2), sebagaimana dikutip dari kanal Youtube Sekretariat Presiden.
Sekarang ini, lanjut presiden, pemerintah fokus melakukan vaksinasi terhadap tenaga kesehatan dan juga para pelayan masyarakat, termasuk pedagang pasar yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan kepada masyarakat.
Menurut presiden, industri media sedang terdesak dengan perkembangan media sosial yang sangat masif dan cepat. Karena itu, diperlukan konvergensi dan level playing field yang adil.
Sebagian aspirasi, telah ditampung dalam UU Cipta Kerja yang saat ini barusan terbit PP (peraturan pemerintah)-nya, yaitu PP tentang Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran.
“Namun demikian, pemerintah masih membuka diri terhadap aspirasi dari awak media,” imbuh presiden.
Dalam UU Cipta Kerja, lanjut Jokowi, juga mengatur tentang digitalisasi penyiaran yang perlu dioptimalkan industri media. Apalagi telah terbit permen (peraturan menteri) yang mengatur tata kelola penyelenggara sistem elektronik lingkup privat.
“Aturan ini mengatur keseimbangan antara perkembangan ekonomi digital dan kedaulatan data. Hal ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan konvergensi antara media konvensional dengan platform digital,” tandasnya.
Pemerintah, sambung presiden, terus membuka diri terhadap masukan dari insan pers. Karena mengingat jasa insan pers sangat besar bagi kemajuan bangsa selama ini dan di masa yang akan datang.
“Oleh karena itu, mari kita bersama-sama membangun harapan, menyuarakan optimisme, dan kita ingin berhasil melakukan penanganan krisis kesehatan dengan penanganan krisis ekonomi dan juga ingin meraih banyak lompatan-lompatan kemajuan,” pungkasnya. (oie/foto: setpres)