JAKARTA, banuapost.co.id– Dari 20 provinsi di Indonesia yang berandil meningkatkan persentase kasus kematian akibat Covid-19 hingga 0,02 persen dalam sepekan terkahir, tiga di antaranya asal provinsi di Pulau Kalimantan.
Karena itu Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, meminta kepada para kepala daerah yang wilayahnya mengalami kenaikan kasus kematian untuk segera melakukan evaluasi dan mempelajari penyebabnya.
“Apakah karena terlambat mendapat perawatan? Apakah mungkin stok obatnya sudah mulai berkurang?” ujar Doni, Ahad (16/5).
“Apakah mungkin ada faktor komorbid yang relatif tinggi atau juga ada kelompok lansia yang kita kategorikan sebagai kelompok rentan?” lanjutnya.
Beberapa faktor di atas, sambung Doni, penting untuk diidentifikasi. Karena negara harus memberikan perlindungan kepada warganya yang terkena Covid-19, khususnya bagi yang termasuk ke dalam kelompok rentan.
“Tolong ini dievaluasi. Sehingga kita bisa memberikan perlindungan kepada warga negara kita, khususnya kelompok rentan tadi, untuk mendapatkan pelayanan yang lebih optimal. ketika mereka mengalami gejala, maka prioritas pertama harus mendapat perawatan,” tandasnya.
Sebelumnya, Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah, mengungkap, dalam enam hari terakhir terjadi peningkatan persentase angka kematian sebesar 0,02 persen, Jika sebelumnya 2,74, sekarang menjadi 2,76 persen.
“Ada 20 provinsi mengalami kenaikan angka kematian. Ini berkontribusi dalam kenaikan persentase angka kematian secara nasional sebesar 0,02 persen dalam enam hari terakhir,” jelasnya.
Ke-20 provinsi itu, lanjut Dewi, DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. (yb/foto: dok)