BARABAI, banuapost.co.id– Pasca meningkatnya debit air Sungai Hantakan di Desa Alat dan Papagaran, Kecamatan Hantakan, HST, Selasa (25/5), mengakibatkan rusaknya jembatan darurat yang menghubungkan dua desa tersebut.
“Rusaknya jembatan ini sudah yang ke delapan kalinya semenjak dibangun warga pasca bencana banjir pada Januari 2021,” jelas Sertu Sanu, Babinsa Koramil 1002-07/Batu Benawa, Sabtu (29/5).
Karena kondisi demikianlah, sambung Sanu, bersama warga kembali bergotong royong memperbaiki jembatan darurat untuk menghubungkan Desa Alat dengan Desa Alat Seberang.
Menurut Sanu, jembatan yang diperbaiki memiliki panjang kurang lebih 60 meter dengan lebar 1,5 meter.
“Adapun pondasi jembatan dari batu yang dimasukkan dalam bronjong kawat dengan landasan batang pohon kelapan dan lantainya dari papan,” terangnya.
Harapannya, sambu g Sanu, dengan dapat kembalinya berfungsi jembatan darurat ini, warga Desa Alat dan Alat Seberang bisa beraktivitas dengan normal sambil menunggu pembuatan jembatan yang permanen. (oie/foto: ist)